kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kasus virus corona lebih banyak di Singapura ketimbang Hong Kong, ini jawabannya


Jumat, 14 Februari 2020 / 10:27 WIB
Kasus virus corona lebih banyak di Singapura ketimbang Hong Kong, ini jawabannya
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. China Daily via REUTERS

Sumber: South China Morning Post,Channel News Asia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Misalnya, kementerian kesehatan memberikan bantuan keuangan kepada warga Singapura, penduduk tetap, dan pemegang izin kerja yang dikarantina, seperti memberikan S$ 100 (US $ 70) untuk wiraswasta, dan kepada pengusaha yang diisolasi.

Dia menambahkan bahwa jika warga Singapura terdeteksi sakit akibat virus corona, mereka bisa mendapatkan perawatan medis gratis.

Baca Juga: Berita duka, Jepang laporkan kematian pertama pasien virus corona

"Kamu sama sekali tidak berubah, jadi tidak ada alasan untuk menjauh dan bersembunyi," kata Leong. "Pada dasarnya, ini adalah kartu yang bebas dari penjara, dan idenya adalah untuk menarik setiap [potensi] kasus ke tempat terbuka dan diuji."

Pihak berwenang Singapura telah mengidentifikasi tiga kemungkinan kluster: toko produk kesehatan yang melayani terutama wisatawan Tiongkok; sebuah gereja; dan acara bisnis di Grand Hyatt Singapura, di mana seorang Malaysia, dua warga Korea Selatan dan seorang warga Inggris diperkirakan telah terinfeksi.

Baca Juga: Jadi pusat virus corona, Vietnam isolasi satu desa berpenduduk 10.000 jiwa

Leong mengatakan, negara-negara tetangga Singapura cenderung memiliki lebih banyak kasus tetapi mereka tidak "terlihat cukup keras" untuk mencari.

Warga Singapura juga percaya bahwa pemerintah akan memberikan perawatan kesehatan yang berkualitas, kata Lim.

"Jika orang percaya bahwa fasilitas karantina layak dan bahwa mereka akan menerima perawatan yang tepat, mereka akan lebih mungkin untuk maju," katanya.




TERBARU

Close [X]
×