kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.108   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.041   2,71   0,04%
  • KOMPAS100 789   1,04   0,13%
  • LQ45 600   -2,35   -0,39%
  • ISSI 210   2,88   1,39%
  • IDX30 339   -1,37   -0,40%
  • IDXHIDIV20 422   -0,51   -0,12%
  • IDX80 90   0,08   0,09%
  • IDXV30 115   0,99   0,87%
  • IDXQ30 109   -0,25   -0,23%

Kejaksaan New York investigasi WeWork


Selasa, 19 November 2019 / 20:31 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The WeWork logo is displayed on the entrance of a co-working space in New York City, New York U.S., January 8, 2019. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

Jumat mendatang, Claure dalam surelnya juga menyatakan bakal menggelar pertemuan untuk mengungkapkan secara resmi upaya restrukturisasi pekerja mereka.

“Kita butuh mengefisiensikan organisasi dan membuat perusahaan berkembang ke arah customer centric. Kami akan menghilangkan, dan mengurangi fungsi dan tanggung jawab tertentu,” tulis Claure yang juga seorang petinggi SoftBank.

Dalam presentasinya kepada pemegang obligasi, perusahaan mengindikasikan sejumlah area pekerjaan yang bakal dihapus meliputi unit bisnis model ventura, serta unit desain dan konstruksi.

Baca Juga: WeWork, Coworking space asal Amerika ekspansi ke Indonesia

Bloomberg News Jumat (15/11) lalu juga melaporkan saat ini WeWork juga tengah dipantau oleh Komite Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan saat mempersiapkan upaya initial public offering (IPO) yang gagal September lalu. WeWork enggan berkomentar soal dugaan tersebut.

Sementara dari data MarketAxess, nilai Obligasi WeWork yang bakal jatuh tempo pada 2025 tercatat anjlok tajam hingga 16,057% pada Senin (18/11) lalu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×