kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.877   19,00   0,11%
  • IDX 6.113   -3,25   -0,05%
  • KOMPAS100 798   2,99   0,38%
  • LQ45 600   1,13   0,19%
  • ISSI 213   -0,34   -0,16%
  • IDX30 339   0,70   0,21%
  • IDXHIDIV20 415   -0,03   -0,01%
  • IDX80 90   0,21   0,24%
  • IDXV30 112   -0,25   -0,22%
  • IDXQ30 108   0,14   0,13%

Kemitraan Baru China-Kanada: Tawarkan Keuntungan Bersejarah


Jumat, 16 Januari 2026 / 11:38 WIB
Kemitraan Baru China-Kanada: Tawarkan Keuntungan Bersejarah
ILUSTRASI. Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Xi Jinping untuk memulai kemitraan strategis baru yang disebut bisa membawa keuntungan bersejarah. (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perdana Menteri Kanada Mark Carney kepada pemimpin China Xi Jinping mengungkapkan, Kanada dan China sedang menjalin kemitraan strategis baru yang berpotensi menghasilkan keuntungan bersejarah dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing.

Mengutip Reuters, Jumat (16/1/2026), Perdana Menteri Kanada pertama yang mengunjungi China sejak 2017, Carney, berada dalam misi untuk membangun kembali hubungan dengan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah Amerika Serikat, setelah berbulan-bulan upaya diplomatik untuk menyelesaikan ketegangan sebelumnya.

"Penting untuk memulai kemitraan strategis baru ini di saat perpecahan," kata Carney kepada Xi, menyerukan fokus pada "bidang-bidang yang dapat membawa 'keuntungan bersejarah' bagi keduanya, seperti pertanian, agribisnis, energi, dan keuangan."

Baca Juga: Kanada Dekat Finalisasi Kontrak Ekspor Uranium US$2,8 Miliar ke India

"Di situlah saya percaya kita dapat membuat kemajuan segera dan berkelanjutan," tambahnya.

Kanada berupaya memperkuat hubungan dengan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif pada beberapa barangnya dan menyarankan sekutu lama AS tersebut dapat menjadi negara bagian ke-51.

China, yang juga terkena dampak tarif Trump sejak ia kembali ke Gedung Putih tahun lalu, juga ingin bekerja sama dengan negara anggota Kelompok Tujuh (G7) dalam lingkup pengaruh tradisional AS.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×