kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.996.000   8.000   0,27%
  • USD/IDR 16.947   -70,00   -0,41%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Kepala Keamanan Iran Tewas Diserang Israel, Konflik Kian Memanas Tanpa Tanda Mereda


Rabu, 18 Maret 2026 / 07:46 WIB
Kepala Keamanan Iran Tewas Diserang Israel, Konflik Kian Memanas Tanpa Tanda Mereda
ILUSTRASI. Kematian kepala keamanan Iran Ali Larijani guncang stabilitas Timur Tengah. (via REUTERS/Ali Larijani via X)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Iran mengonfirmasi bahwa kepala keamanannya, Ali Larijani, tewas dalam serangan Israel pada Selasa (18/3). Ia menjadi pejabat paling senior yang terbunuh sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Reuters memberitakan, Larijani dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Iran serta orang dekat mendiang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan putranya, Mojtaba Khamenei, yang kini menjabat sebagai pemimpin tertinggi baru.

Kematian Larijani dikonfirmasi oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, lembaga yang ia pimpin sebagai sekretaris. Dalam serangan yang sama, putranya serta wakilnya, Alireza Bayat, juga dilaporkan tewas.

Serangan ini terjadi saat konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga pekan itu semakin meluas menjadi perang regional, tanpa tanda-tanda deeskalasi.

Pemimpin Baru Iran Tolak Perdamaian

Di tengah eskalasi, pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menolak berbagai tawaran deeskalasi dan gencatan senjata yang disampaikan melalui negara perantara.

Dalam pertemuan kebijakan luar negeri pertamanya, ia disebut menegaskan bahwa belum saatnya berdamai sebelum Amerika Serikat dan Israel “dikalahkan dan membayar kompensasi”.

Pernyataan keras ini menandakan bahwa konflik berpotensi berlanjut lebih lama dan semakin dalam.

Baca Juga: Di Tengah Konflik Timur Tengah, Industri Kripto di Dubai Tetap Tangguh

Selat Hormuz Terganggu, Harga Minyak Melonjak

Ketegangan di kawasan juga berdampak besar pada jalur energi global. Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar 20% perdagangan minyak dunia, masih dalam kondisi terganggu, setelah Iran mengancam akan menyerang kapal tanker yang terkait dengan AS dan Israel.

Situasi ini mendorong lonjakan harga minyak, yang telah naik sekitar 45% sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Badan Pangan Dunia (WFP) bahkan memperingatkan bahwa puluhan juta orang berisiko menghadapi kelaparan akut jika konflik berlanjut hingga Juni.

AS dan Sekutu Terbelah

Presiden AS Donald Trump kembali mengkritik sekutu-sekutunya yang dinilai tidak responsif terhadap permintaan bantuan militer untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, banyak negara anggota NATO justru enggan terlibat dalam konflik tersebut.

Tonton: Prabowo Perintahkan Usut Tuntas! Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Disorot

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa tidak ada negara yang siap mempertaruhkan nyawa warganya untuk menjaga jalur tersebut. Ia menekankan pentingnya solusi diplomatik guna mencegah krisis pangan, pupuk, dan energi global.

Di sisi lain, pejabat ekonomi Gedung Putih menyebut konflik ini kemungkinan berlangsung dalam hitungan minggu, bukan bulan—meski di lapangan eskalasi justru terus meningkat.

Serangan Balasan dan Korban Berjatuhan

Israel juga dilaporkan menewaskan pejabat tinggi lainnya, termasuk Gholamreza Soleimani, yang memimpin milisi Basij.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menyatakan bahwa negaranya telah “menghapus” sejumlah target penting dan masih memiliki daftar panjang berikutnya.

Sementara itu, Iran terus melancarkan serangan balasan jarak jauh. Sirene serangan udara terdengar di Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya, menandakan kemampuan Iran untuk tetap menyerang meski mendapat tekanan militer intensif.

Lebih dari 3.000 orang dilaporkan tewas di Iran, sementara ratusan lainnya menjadi korban di wilayah konflik lain seperti Lebanon.

Tonton: Penasihat Gedung Putih Desak AS Mundur dari Perang Iran! Risiko Disebut “Katastrofik”

Serangan ke UEA Ganggu Pasokan Energi

Iran juga memperluas serangan ke negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab. Pelabuhan strategis Fujairah mengalami gangguan setelah serangan ketiga dalam empat hari memicu kebakaran di terminal ekspor minyak.

Serangan tersebut ikut mengganggu distribusi energi global, mengingat Fujairah merupakan salah satu jalur penting ekspor minyak yang tidak melalui Selat Hormuz.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×