kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Kim Jong Un: Korea Utara siap berdialog dan berkonfrontasi dengan AS


Jumat, 18 Juni 2021 / 08:11 WIB
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menerima tepuk tangan selama Kongres ke-8 Partai Buruh di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto ini disediakan oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada 13 Januari 2021.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan bahwa negaranya kini harus bersiap untuk berhadapan dengan Amerika Serikat, baik dalam bentuk dialog maupun konfrontasi, khususnya konfrontasi.

Ketegasan Kim ini disampaikan saat menghadiri pertemuan pleno komite pusat Partai Buruh pada hari Kamis (17/6). Pada sesi sebelumnya, Kim menyerukan langkah-langkah untuk mengatasi masalah pangan yang timbul dari pandemi virus corona.

Media lokal KCNA melaporkan, Kim telah membuat analisis terperinci tentang kebijakan pemerintahan Presiden AS Joe Biden terhadap Pyongyang dan menyusun penangkal strategis dan taktis yang tepat dengan AS.

"Sekretaris Jenderal (Kim Jong Un) menekankan perlunya bersiap-siap untuk dialog dan konfrontasi, terutama untuk sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi untuk melindungi martabat negara," bunyi laporan KCNA yang dikutip Reuters.

Baca Juga: Pimpin rapat Partai Buruh, Kim Jong-un ungkap situasi pangan di Korea Utara

Kim juga menekankan perlunya menciptakan iklim eksternal yang menguntungkan untuk kepentingan Korea Utara sendiri.

Komentar Kim kali ini seolah menegaskan kembali kebijakan "wait and see" yang dipegangnya. Dengan ini Korea Utara menjamin untuk tidak melakukan provokasi lebih dulu.

Vipin Narang, pakar nuklir di Massachusetts Institute of Technology, AS, menilai bahwa saat ini Kim sedang menunggu untuk melihat bagaimana pendekatan terhadap Korea Utara berjalan.

"Mengingat tentang masalah pangan dan Covid-19 di Korea Utara, Kim juga sepertinya lebih suka menghindari konfrontasi jangka pendek," ungkap Narang kepada Reuters.

Baca Juga: Krisis kemanusiaan Korea Utara membuat 10 juta orang membutuhkan bantuan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×