Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Saat Koji Sato ditunjuk sebagai CEO Toyota Motor Corporation pada 2023, ia dinilai sebagai sosok yang tepat untuk membawa produsen mobil terlaris dunia itu mempercepat transisi ke kendaraan listrik (EV).
Namun, hanya tiga tahun menjabat, Sato akan digantikan oleh Chief Financial Officer (CFO) Kenta Kon mulai April mendatang.
Sato akan beralih peran menjadi vice chairman sekaligus chief industry officer. Selama kepemimpinannya, Toyota mencatatkan rekor penjualan dan laba.
Baca Juga: Peso Filipina dan Rupiah Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia pada Jumat (20/2/2026)
Sejumlah pemasok dan investor juga menilai Sato sebagai pemimpin yang tajam dan kompeten.
Meski demikian, masa jabatannya menjadi salah satu yang terpendek dalam sejarah pucuk pimpinan Toyota.
Peran Akio Toyoda Dipertanyakan
Melansir Reuters Jumat (20/2/2026), perombakan manajemen ini memicu spekulasi mengenai keterlibatan Chairman Akio Toyoda, cucu pendiri Toyota dan mantan CEO selama hampir 14 tahun.
Secara resmi, Toyota menyatakan Toyoda tidak terlibat dalam proses penunjukan eksekutif dan bukan bagian dari komite yang mengambil keputusan.
Baca Juga: Emas Spot Melemah Tipis ke US$4.995,91, Seiring Penguatan Dolar Jumat (20/2) Pagi
Namun, sejumlah sumber menyebut perubahan ini mencerminkan pandangan Toyoda bahwa Sato bukan lagi sosok paling tepat menghadapi tekanan biaya yang meningkat.
Analis Tokai Tokyo Intelligence Laboratory Seiji Sugiura menilai, penegasan berulang bahwa Toyoda tidak terlibat justru memunculkan tanda tanya.
Tekanan Biaya dan Fokus Break-Even
Pergantian kepemimpinan terjadi di tengah meningkatnya tekanan biaya, sebagian akibat tarif Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.
Toyota juga berkomitmen membantu menanggung beban biaya pemasoknya.
Baca Juga: Aktivitas Manufaktur Jepang Tumbuh Tercepat dalam Empat Tahun
Ke depan, perusahaan semakin menitikberatkan pada penurunan titik impas (break-even point), jumlah kendaraan minimum yang harus dijual untuk menutup biaya operasional. Indikator ini dipandang sebagai ukuran utama efektivitas manajemen.
Sebagai CFO, Kon berada di garis depan upaya peningkatan profitabilitas. Ia juga dikenal sebagai arsitek rencana buyout Toyota Industries, langkah yang disebut akan mempererat kendali keluarga Toyoda atas pemasok kunci, meski menuai kritik dari investor minoritas.
Tantangan Teknologi dan Investasi
Di sisi lain, meski permintaan EV global melambat, eksekutif Toyota tetap khawatir tertinggal dalam pengembangan perangkat lunak dibanding rival global.
Kon juga menjabat CFO di anak usaha teknologi Toyota, Woven by Toyota, di mana putra Akio Toyoda, Daisuke Toyoda, menjadi salah satu pimpinan senior.
Baca Juga: Dolar AS Cetak Kinerja Mingguan Terbaik dalam Empat Bulan Jumat (20/2) Pagi
Toyota memperkirakan akan menggelontorkan 360 miliar yen (sekitar US$2,3 miliar) tahun fiskal ini untuk membantu pemasok.
Perusahaan menyebut belanja tersebut bukan sekadar biaya, melainkan investasi untuk meningkatkan daya saing.
Bulan ini, Toyota juga menaikkan proyeksi laba tahunan sebesar 12%, terbantu efisiensi biaya dan strategi hibrida bensin-listrik yang kini terbukti visioner di tengah perlambatan adopsi EV global.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)