kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Komisioner Eropa Ingatkan Jika AS Ambil Greenland dengan Paksa, NATO Bisa Berakhir


Senin, 12 Januari 2026 / 20:01 WIB
Komisioner Eropa Ingatkan Jika AS Ambil Greenland dengan Paksa, NATO Bisa Berakhir
ILUSTRASI. Greenland (REUTERS/Guglielmo Mangiapane). Komisioner Uni Eropa untuk Pertahanan dan Antariksa peringatkan aliansi NATO berakhir jika AS mengambil alih Greenland dengan kekuatan militer.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SALEN. Komisioner Uni Eropa untuk Pertahanan dan Antariksa, Andrius Kubilius, memperingatkan bahwa aliansi NATO bisa berakhir jika Amerika Serikat (AS) mengambil alih Greenland dengan kekuatan militer. 

Ia menegaskan, negara-negara anggota Uni Eropa berkewajiban membantu Denmark jika menghadapi agresi militer.

Pernyataan itu disampaikan Kubilius kepada Reuters di sela-sela konferensi keamanan di Salen, Swedia, Senin (12/1/2026). 

Menurutnya, langkah militer terhadap Greenland akan berdampak sangat buruk, tidak hanya bagi NATO, tetapi juga bagi hubungan antarnegara dan opini publik.

Baca Juga: Upaya AS Menguasai Greenland Bikin Khawatir dan Takut Penduduk Greenland

“Saya sepakat dengan Perdana Menteri Denmark. Jika itu terjadi, ini akan menjadi akhir dari NATO. Dampaknya juga akan sangat negatif di mata masyarakat,” ujar Kubilius.

Isu ini mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan bahwa AS harus “memiliki” Greenland. Trump beralasan, penguasaan atas wilayah Arktik yang kaya mineral dan strategis itu diperlukan untuk mencegah Rusia atau China memperluas pengaruhnya. 

Ia juga menilai kehadiran militer AS saat ini di Greenland belum cukup.

Greenland merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark. 

Pemerintah Greenland dan Denmark sama-sama menegaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual. Meski begitu, Trump disebut tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih wilayah tersebut.

Baca Juga: Pimpinan Partai Republik Tolak Opsi Militer Trump untuk Ambil Alih Greenland

Kubilius menambahkan, berdasarkan Pasal 42.7 Perjanjian Uni Eropa, negara-negara anggota memiliki kewajiban saling membantu jika salah satu anggotanya menghadapi agresi militer.

“Kewajiban itu jelas ada. Namun, responsnya sangat bergantung pada sikap dan langkah yang diambil Denmark sendiri. Jika sebuah negara anggota menghadapi agresi militer, negara anggota lain wajib memberikan bantuan,” katanya.

Selanjutnya: Impor Izin Impor Solar Industri Dicabut, Alat Berat Tambang Terancam Krisis Pasokan?

Menarik Dibaca: Wisatawan Mancanegara yang Gunakan Layanan KA Jarak Jauh Sepanjang 2025 Naik 3,7%




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×