Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Kamis (9/4/2026) bahwa ia tengah mengupayakan pembicaraan langsung dengan Beirut, sehari setelah pengeboman terburuk dalam perang tersebut menewaskan lebih dari 300 orang di Lebanon dan membahayakan gencatan senjata AS-Iran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Melansir Reuters, Trump mengumumkan gencatan senjata dalam konflik Iran yang telah berlangsung enam pekan pada Selasa malam, hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan, setelah itu ia mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban Iran.
Di Pakistan, otoritas bersiap untuk putaran pertama pembicaraan AS-Iran, dengan mengunci sejumlah bagian ibu kota Islamabad.
Namun tidak ada tanda-tanda Iran akan mencabut blokade hampir total terhadap Selat Hormuz, yang telah menyebabkan gangguan pasokan energi global terburuk dalam sejarah. Serangan Israel yang masih berlanjut terhadap Lebanon disebut sebagai salah satu titik ganjalan utama.
Dalam pernyataan yang menantang, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan pada Kamis bahwa Iran akan “tegas membalas dendam” atas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, serta para “syuhada” negara itu, dan “akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke fase baru.”
Pernyataan yang dikaitkan dengan Khamenei itu dibacakan di televisi pemerintah. Ia belum terlihat di depan publik sejak mengambil alih posisi ayahnya, yang tewas pada hari pertama perang.
“...Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos tanpa hukuman. Kami tanpa ragu akan menuntut kompensasi atas setiap kerusakan yang ditimbulkan,” katanya dalam pernyataan tersebut.
Baca Juga: Dampak Serangan Kilang Saudi: Ancaman Nyata Krisis Energi Global di Depan Mata
Sedikit tanda peningkatan lalu lintas
Dalam 24 jam pertama gencatan senjata, hanya satu kapal tanker produk minyak dan lima kapal kargo curah kering yang melintas di selat tersebut. Padahal sebelum perang, jalur itu biasanya dilalui sekitar 140 kapal per hari, yang mewakili sekitar seperlima aliran minyak dunia dan gas alam cair (LNG).
Netanyahu, yang pemerintahannya bulan lalu menolak tawaran bersejarah untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Lebanon, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia telah memberi instruksi untuk memulai perundingan damai secepat mungkin, yang juga mencakup pelucutan senjata kelompok militan Hizbullah yang bersekutu dengan Iran.
“Negosiasi akan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan membangun hubungan damai antara Israel dan Lebanon,” katanya.
Satu jam sebelum pernyataan Netanyahu, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan ia tengah mengupayakan jalur diplomatik terkait isu tersebut yang mulai dipandang “positif” oleh aktor-aktor internasional.
Seorang pejabat senior Lebanon mengatakan kepada Reuters bahwa Lebanon selama satu hari terakhir mendorong gencatan senjata sementara untuk membuka jalan bagi pembicaraan lebih luas dengan Israel, menyebut upaya itu sebagai “jalur terpisah tetapi model yang sama” seperti gencatan senjata AS-Iran.
Israel sedang bersiap mengurangi serangannya di Lebanon, kata seorang pejabat senior Israel pada Kamis. Pejabat Israel lainnya mengatakan pembicaraan dengan Lebanon diperkirakan akan dimulai di Washington pekan depan.
Dalam perjanjian gencatan senjata yang dimediasi AS pada November 2024, yang menghentikan lebih dari satu tahun pertempuran antara Israel dan Hizbullah, Lebanon sepakat bahwa hanya pasukan keamanan negara yang boleh memegang senjata, yang berarti Hizbullah harus dilucuti sepenuhnya.
Namun upaya tentara Lebanon pada tahun berikutnya untuk melucuti kelompok tersebut tidak berhasil, menurut Israel.
Tonton: Israel Lancarkan Serangan Besar ke Lebanon, Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata!
Anggota parlemen Hizbullah, Ali Fayyad, mengatakan dalam pernyataan pada Kamis bahwa kelompoknya menolak negosiasi langsung dengan Israel dan pemerintah Lebanon harus menuntut gencatan senjata sebagai syarat awal sebelum langkah-langkah lebih lanjut. Ini merupakan komentar pertama Hizbullah setelah Netanyahu mengatakan Israel akan segera memulai perundingan.
Washington, bersama Israel, yang menginvasi Lebanon bulan lalu seiring perang melawan Iran dengan tujuan menumpas Hizbullah, mengatakan Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata Trump.
Namun Iran dan Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, mengatakan Lebanon secara eksplisit termasuk dalam kesepakatan tersebut. Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, yang diperkirakan akan memimpin delegasi Iran berhadapan dengan Wakil Presiden AS JD Vance, menulis di media sosial bahwa Lebanon dan sekutu-sekutu regional Iran lainnya merupakan bagian tak terpisahkan dari setiap gencatan senjata.
Sumber dari Pakistan mengatakan Pakistan sedang mengupayakan gencatan senjata untuk Lebanon serta Yaman, di mana Israel juga telah menyerang kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran.
Lebanon tetapkan hari berkabung
Sebelumnya pada Kamis, Israel terus melancarkan pengeboman di pinggiran selatan Beirut dan wilayah lain di negara itu, menurut media pemerintah Lebanon.
Hizbullah mengumumkan sedikitnya 20 operasi militer pada Kamis, menyatakan telah menargetkan kendaraan Israel di wilayah Lebanon serta menembakkan serangan ke Israel utara.
Pejabat Lebanon menetapkan hari berkabung setelah serangan pada Rabu di kawasan padat penduduk, yang mereka sebut sebagai “pembantaian.”
Di luar Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri di Beirut, ambulans terus berdatangan sepanjang Kamis sore membawa jenazah yang hancur yang ditemukan dari lokasi serangan Israel sehari sebelumnya.
“Sebagian besar yang kami temukan adalah potongan tubuh. Sangat jarang kami menemukan tubuh utuh,” kata seorang petugas penyelamat yang meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara kepada media.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan jumlah korban tewas sejak 2 Maret telah meningkat menjadi 1.888 orang tewas dan lebih dari 6.000 orang terluka.













