kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Korban tewas virus misterius di China bertambah, banyak negara kini waspada


Senin, 20 Januari 2020 / 09:56 WIB
Korban tewas virus misterius di China bertambah, banyak negara kini waspada
ILUSTRASI. Kasus kematian akibat virus misterius di China makin meningkatkan kekhawatiran tentang lebih banyak orang terinfeksi ketika jutaan orang memulai perjalanan untuk Tahun Baru Imlek.

Sumber: Al Jazeera | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Korban virus misterius di China bertambah. Senin (20/1), China melaporkan korban kematian ketiga dari virus baru yang masih misterius.

China juga melaporkan terdapat sekitar 140 kasus baru ketika penyakit itu menyebar ke bagian lain di negara tersebut termasuk ke ibukota Beijing. Ini makin meningkatkan kekhawatiran tentang lebih banyak orang terinfeksi ketika jutaan orang memulai perjalanan untuk Tahun Baru Imlek.

Baca Juga: Cegah virus misterius China, ini imbauan Menkes

Al Jazeera melaporkan, para ahli medis masih berjuang untuk memahami jenis baru virus corona yang diduga ada hubungannya dengan virus sindrom pernafasan akut parah (SARS). SARS berasal dari Cina selatan pada tahun 2002 sebelum menyebar ke Hong Kong dan tempat lain di dunia yang menginfeksi ribuan orang dan menyebabkan lebih dari 800 orang tewas.

Virus corona biasanya menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti flu biasa, tetapi juga dapat memengaruhi saluran pernapasan bawah, sehingga menyebabkan pneumonia atau bronkitis.

Di Wuhan, kota di China tengah tempat strain baru pertama kali muncul, 136 kasus baru ditemukan pada akhir pekan, demikian laporan dinas kesehatan setempat, tanpa memberikan perincian tentang jumlah orang yang meninggal.

Otoritas kesehatan di distrik Daxing Beijing mengatakan dua orang yang telah melakukan perjalanan ke Wuhan dirawat karena pneumonia yang terkait dengan virus dan berada dalam kondisi stabil.

Baca Juga: Antisipasi virus corona dari China, AS melakukan screening penumpang di tiga bandara

Di Guangdong, seorang pria Shenzhen berusia 66 tahun dikarantina pada 11 Januari lalu setelah terserang demam dan menunjukkan gejala lain setelah mengunjungi kerabatnya di Wuhan.

Sebanyak 201 orang kini telah didiagnosis dengan virus di Cina. Di Wuhan, 170 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk sembilan orang dalam kondisi kritis, kata komisi kesehatan kota.

Wuhan adalah kota berpenduduk 11 juta yang berfungsi sebagai pusat transportasi utama, termasuk selama liburan tahunan Tahun Baru Imlek ketika ratusan juta orang Tiongkok bepergian ke seluruh negeri untuk mengunjungi keluarga.

Baca Juga: Gawat, kasus virus mematikan corona di China bertambah 139 orang di akhir pekan

Sejumlah kasus juga telah dilaporkan di Jepang, Thailand dan Singapura. Bandara di kawasan tersebut dan Amerika Serikat telah meningkatkan pemeriksaan medis.

Sebelumnya pada Kamis (16/1), Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan, seorang pria berusia 30 tahunan dari prefektur Kanagawa, barat daya Tokyo, dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Al Jazeera melaporkan, pria itu pergi ke kota Wuhan di China, tempat wabah pneumonia yang diyakini disebabkan jenis virus corona baru.

Pria tersebut dilaporkan kembali dari Tiongkok ke Jepang dengan demam dan dirawat di rumah sakit. Dia dibebaskan pada Rabu (15/1), setelah gejala mereda, demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Jepang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengingatkan virus baru tersebut dapat menyebar dan mengingatkan rumah sakit di seluruh dunia untuk waspada.

Baca Juga: Waspada virus mematikan dari China, Dinkes Bali akan pasar thermoscanner

Pada awal pekan ini, seorang wanita China juga diperintahkan untuk dikarantina di Thailand setelah terjangkiti virus corona.

Pihak berwenang di Asia telah meningkatkan pengawasan di bandara-bandara menjelang liburan Tahun Baru Imlek minggu depan ketika ratusan ribu turis Tiongkok diperkirakan melakukan perjalanan di dalam negeri dan luar negeri.

Pada Rabu (15/1), Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning ke wilayah Wuhan, China.

Baca Juga: Gawat, virus corona sudah menyebar, setelah Thailand kini Jepang

Peringatan perjalanan itu dalam level 1 atau waspada. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS meminta warga AS yang bepergian di wilayah tersebut untuk menghindari kontak dengan hewan, pasar hewan, atau produk hewan, dan melakukan tindakan pencegahan lainnya.

"Kemungkinan kasus yang diidentifikasi di negara lain itu tidak terduga dan memperkuat mengapa WHO menyerukan pemantauan aktif dan kesiapsiagaan yang sedang berlangsung di negara lain," tulis WHO dalam sebuah pernyataan di website pada pekan lalu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah berkonsultasi dengan para ahli internasional tentang risiko kesehatan masyarakat dari wabah untuk memutuskan apakah pertemuan darurat diperlukan.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru Imlek, Asia waspadai virus mematikan dari China




TERBARU

[X]
×