kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.935   -107,00   -0,59%
  • IDX 6.363   43,38   0,69%
  • KOMPAS100 838   5,97   0,72%
  • LQ45 637   1,42   0,22%
  • ISSI 220   2,13   0,98%
  • IDX30 358   0,56   0,16%
  • IDXHIDIV20 437   -1,64   -0,38%
  • IDX80 96   0,60   0,63%
  • IDXV30 120   -0,13   -0,10%
  • IDXQ30 114   0,12   0,11%

Lockdown: Pengusaha Singapura minta karyawan Malaysia pulang, ambil baju, dan kembali


Rabu, 18 Maret 2020 / 05:34 WIB
ILUSTRASI. Warga komuter tiba dari Malaysia di Singapura. REUTERS/Edgar Su


Sumber: The Star | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Komuter harian lain yang dikenal sebagai Tan, mengatakan perusahaannya akan menyediakan makanan dan tempat tinggal selama dua minggu. Namun, perusahaan telah mengatakan kepada mereka yang tidak kembali tepat waktu bahwa mereka harus mengambil cuti wajib dua minggu yang tidak dibayar.

"Namun, mereka telah meyakinkan kepada kami bahwa mereka tidak akan diberhentikan karena ini adalah keputusan tiba-tiba oleh Pemerintah Malaysia," katanya.

Tan menambahkan, banyak orang sekarang dalam kondisi bimbang mengenai apakah akan tinggal kembali di Singapura atau kembali ke Johor Baru .

Baca Juga: Singapura laporkan 17 kasus baru corona, 1 WNI dan 1 pernah ke Indonesia

Tan menambahkan bahwa dia baru saja pulang setelah shift malam yang panjang dan sekarang berencana untuk berkemas dan kembali.

Dia mengatakan dia berharap Pemerintah Malaysia akan mempertimbangkan nasib mereka karena sudah ada pemeriksaan kesehatan yang ketat di kedua sisi perbatasan.

Saat ini, sekitar 300.000 orang bepergian antara dua perbatasan yang melintasi Malaysia dan Singapura setiap harinya.

Baca Juga: Malaysia lockdown total seluruh negara selama dua minggu mulai 18 Maret

Mentri Besar Johor Datuk Hasni Mohammad berada di Putrajaya untuk bertemu dengan Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin untuk membahas masalah ini, yang diperkirakan akan berdampak besar pada perekonomian negara.

Banyak bisnis sudah menderita karena penurunan jumlah kedatangan dari Singapura ke negara itu setelah wabah Covid-19 menyerang dalam beberapa minggu terakhir.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×