kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.974   82,00   0,46%
  • IDX 6.047   -54,18   -0,89%
  • KOMPAS100 789   -6,08   -0,76%
  • LQ45 596   -2,88   -0,48%
  • ISSI 210   -1,53   -0,72%
  • IDX30 336   -1,58   -0,47%
  • IDXHIDIV20 411   -1,23   -0,30%
  • IDX80 89   -0,70   -0,78%
  • IDXV30 111   0,16   0,15%
  • IDXQ30 108   -0,12   -0,11%

Malaysia Siapkan Layanan Drone Komersial Kargo dan Penumpang pada 2030


Rabu, 24 Juni 2026 / 09:17 WIB
Malaysia Siapkan Layanan Drone Komersial Kargo dan Penumpang pada 2030
ILUSTRASI. Suasana kota Kuala Lumpur (Wong Fok Loy/SOPA Images via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Malaysia meluncurkan rencana pengembangan layanan drone komersial untuk pengangkutan barang dan penumpang di wilayah udara rendah (low-altitude economy) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2030.

Sementara itu, layanan kargo terbatas direncanakan dapat dimulai lebih awal pada awal 2027.

Baca Juga: Peluang Inggris Lolos dari Grup L Piala Dunia 2026, Ini Hitungannya

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan, otoritas penerbangan sipil telah ditugaskan untuk menyusun kerangka regulasi komprehensif sebagai dasar pengembangan industri baru tersebut.

“Kerangka regulasi ini akan menjadi fondasi penting untuk mendukung integrasi ruang udara yang aman, pengawasan operasional, pengembangan industri, dan solusi mobilitas masa depan,” ujar Loke dalam acara peluncuran, Rabu (24/6/2026).

Ia menambahkan, Malaysia perlu mengembangkan standar sendiri untuk industri pemeliharaan, perbaikan, dan operasi (MRO) serta manufaktur di sektor ekonomi ketinggian rendah, yang dinilai masih berada pada tahap awal dibandingkan industri penerbangan konvensional.

Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) mendefinisikan wilayah udara rendah sebagai ketinggian hingga 3.000 meter di atas permukaan tanah.

Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Fluktuatif Rabu (24/6), Setelah Aksi Jual Saham Teknologi Global

CAAM menargetkan layanan komersial terbatas untuk pengangkutan barang menggunakan drone dapat mulai ditawarkan pada kuartal I-2027.

Namun, studi dan uji coba lanjutan masih diperlukan sebelum izin untuk layanan drone penumpang dan taksi udara diberikan.

Sementara itu, regulator menyebut sejumlah perusahaan asal China telah menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam pengembangan industri ini di Malaysia.

Namun, mereka diwajibkan untuk menjalin kerja sama usaha patungan (joint venture) dengan perusahaan lokal sebelum dapat beroperasi.

Baca Juga: KOSPI Korsel Melonjak 4% Rabu (24/6) Pagi, Saham Samsung dan SK Hynix Pimpin Rebound

Pengembangan layanan drone ini menjadi bagian dari upaya Malaysia untuk membangun sektor ekonomi baru berbasis teknologi udara rendah, yang diharapkan dapat membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekosistem industri penerbangan masa depan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×