kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Mantan wartawan perang yang menjajal bisnis keamanan (2)


Jumat, 11 Mei 2018 / 09:25 WIB
Mantan wartawan perang yang menjajal bisnis keamanan (2)


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tri Adi

KONTAN.CO.ID - Ravindra Kishore Sinha menempuh jalan yang panjang untuk menjadi pengusaha. Sebelum menjadi penyedia jasa keamanan, Sinha merupakan wartawan. Kesulitan keuangan yang dialami media tempatnya bekerja berujung pada pemberhentian Sinha. Namun itu justru membuka pintu bagi Sinha untuk masuk ke dunia usaha. Bermodal pertemanannya dengan banyak veteran India, Sinha pun membentuk perusahaan penyedia jasa pengamanan bagi perusahaan di India.

Setiap pengusaha memiliki latar belakang tersendiri yang mengantarkan mereka ke tangga kesuksesan. Begitu juga yang dimiliki oleh Ravindra Kishore Sinha. pendiri perusahaan jasa keamanan bernama Security & Intelligence Services (SIS) Limited.

Sinha tidak punya latar belakang bisnis sebelumnya. Pekerjaannya saat muda adalah seorang jurnalis. Sementara pada tahun 1970-an, India tengah berada dalam peperangan dengan negara tetangganya, Pakistan. Ia pun ditugaskan sebagai wartawan peliput perang pada saat itu.

Setelah peperangan usai, rupanya ia masih memiliki hubungan dan berkawan baik dengan sejumlah veteran perang tersebut. Beberapa dari veteran tersebut terpaksa diberhentikan oleh kesatuan militer karena berbagai alasan. Ada yang diberhentikan karena pengurangan jumlah pasukan di saat damai. Ada juga yang diberhentikan karena terluka hingga mengalami cacat fisik. Apapun penyebabnya, banyak tentara India yang masih berada di usia muda, harus menghentikan karir militernya secara mendadak.

Kondisi ini menimbulkan rasa iba di hati Sinha. Beberapa dari teman-temannya ini pun kerap meminta bantuannya untuk mencari pekerjaan. Tapi ia pun tak tahu apa yang harus dilakukan.

Rupanya nasib buruk tak cuma menimpa teman-teman veterannya. Namun juga menimpa dirinya sendiri. Karena masalah keuangan, surat kabar tempatnya bekerja harus mengurangi sejumlah karyawan pada 1974. Ravindra adalah salah satu di antara wartawan yang diberhentikan.

Setelah tidak lagi bekerja di kantor lamanya, ia menjadi seorang wartawan lepas. Namun ia masih mencari cara untuk mencari bisnis lain, sekaligus membantu teman-teman veteran yang butuh pekerjaan.

Sebuah peluang usaha akhirnya datang. Secara tidak disengaja, ia bertemu dengan seorang kenalan lama yang memiliki pabrik di kawasan Ranchi. Sang empunya pabrik bercerita kalau ia membutuhkan tenaga keamanan di pabriknya. Dengan sejumlah veteran yang ia kenal, tentunya ini bisa menjadi peluang untuk mendapatkan pekerjaan, sekaligus membantu teman-temannya.

Namun ia masih ragu, karena ia merasa masih kekurangan modal. Untungnya, si pemilik pabrik mau memberikan pinjaman kepadanya guna menyiapkan logistik bagi petugas keamanan. Termasuk untuk membeli seragam dan hal-hal pendukung kerja lainnya. Dari sinilah, embrio SIS lahir.

Perlahan, bisnisnya terus meningkat. Periode akhir 1970-an sampai awal 1990-an, SIS terus memperkuat basis bisnisnya. Pada saat yang bersamaan, bisnis serupa yang ia jalankan makin banyak dilakukan pihak lain. Untuk bisa terus memperbesar bisnisnya secara optimal, Ravindra tentu harus punya pendekatan yang berbeda.

Ia pun memutar otak untuk memberi layanan yang berbeda ketimbang kompetitor. Salah satunya adalah menyediakan jasa penjaga keamanan pribadi yang belum ada sebelumnya di negara tersebut. Strategi ini terbukti meningkatkan permintaan secara besar-besaran terhadap bisnis jasa pengamanan di India.

Peningkatan bisnis lain rupanya membawa tantangan baru bagi pria yang lahir di tahun 1951 ini. Tantangan itu tak lain adalah mencari sumber daya manusia lebih banyak lagi. Sebelumnya, ia banyak merekrut tenaga keamanan dari para veteran perang.

Namun peningkatan permintaan jasa pengamanan yang terus dialami, mengharuskan Sinha untuk mencari pasokan sumber daya manusia dari tempat lain. Untuk tetap memastikan kualitas jasa pengamanan yang diberikan, ia mendirikan fasilitas khusus untuk melatih calon karyawan.

(Bersambung)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×