kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.719   -52,00   -0,29%
  • IDX 6.537   15,09   0,23%
  • KOMPAS100 849   0,18   0,02%
  • LQ45 641   0,14   0,02%
  • ISSI 230   0,61   0,27%
  • IDX30 358   0,20   0,06%
  • IDXHIDIV20 437   0,13   0,03%
  • IDX80 97   0,03   0,03%
  • IDXV30 121   -0,38   -0,31%
  • IDXQ30 114   0,16   0,14%

Melanggar tabu, rakyat Thailand semakin berani menantang Raja, apa pemicunya?


Senin, 21 September 2020 / 08:51 WIB
ILUSTRASI. Rakyat Thailand beberapa waktu belakangan ini tampak secara terbuka menantang monarki Raja. REUTERS/Athit Perawongmetha


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Rakyat Thailand beberapa waktu belakangan ini tampak secara terbuka menantang monarki Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. Hal ini dibuktikan lewat aksi unjuk rasa ribuan warga Thailand di Bangkok pada hari Minggu (20/9/2020). Mereka mengajukan tuntutan dan seruan reformasi untuk mengekang kekuasaan Raja.

Melansir Reuters, para pengunjuk rasa semakin berani menantang Raja dan pemerintahan yang didominasi militer dalam dua bulan terakhir. Mereka melanggar tabu lama terkait mengkritik monarki - yang ilegal di bawah undang-undang lese majeste.

Istana Kerajaan belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Raja, yang menghabiskan sebagian besar waktunya di Eropa, tidak berada di Thailand saat ini.

Reuters memberitakan, para demonstran diblokir oleh ratusan polisi tak bersenjata yang menjaga penghalang untuk mengontrol kerumunan.

Baca Juga: Nasib kerajaan Thailand di ujung tanduk, ini penyebabnya

Pemimpin aksi unjuk rasa menyatakan kemenangan setelah mereka menyerahkan surat kepada polisi yang merinci tuntutan mereka. Phakphong Phongphetra, kepala Biro Polisi Metropolitan, mengatakan surat itu akan diserahkan ke markas besar polisi untuk memutuskan bagaimana cara mengirimkan surat tersebut ke Istana.

"Kemenangan terbesar kami dalam dua hari ini menunjukkan bahwa orang biasa seperti kami dapat mengirim surat kepada bangsawan," kata Parit "Penguin" Chiwarak kepada kerumunan sebelum bubar seperti yang dilansir Reuters.

Baca Juga: Pengunjuk rasa Thailand menantang monarki, saat protes besar meningkat

Aksi demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini melibatkan puluhan ribu pengunjuk rasa. Mereka menyerukan reformasi monarki serta menuntut penggantian Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan pemimpin junta, dan konstitusi dan pemilihan baru.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×