Menjadi target pembunuhan, PM Irak: Kami mengetahui pelakunya

Senin, 08 November 2021 | 11:02 WIB   Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
Menjadi target pembunuhan, PM Irak: Kami mengetahui pelakunya

ILUSTRASI. Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi.


KONTAN.CO.ID - BAGHDAD. Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi mengaku telah mengontongi nama-nama orang yang menjadi dalang dari serangan yang menargetkan dirinya pada hari Minggu (7/11).

Melalui pernyataan resminya, Al-Kadhimi menyebut bahwa ia dan jajarannya mengenal betul siapa pelakunya dan akan segera mengungkapnya dalam waktu dekat.

"Kami mengenal mereka dengan baik dan kami akan mengekspos mereka. Ada orang-orang yang mencoba merusak keamanan Irak dan menginginkannya menjadi negara geng, tapi kami tidak akan membiarkan ini terjadi," ungkap Al-Kadhimi, seperti dikutip TASS.

Al-Kadhimi menegaskan bahwa saat ini ada kekuatan tertentu di Irak yang menentang perubahan ke arah demokrasi yang sedang berlangsung, termasuk perjuangan melawan korupsi.

"Kami mencegah Irak tergelincir ke dalam perang regional dan mampu membawa negara itu ke tempat yang aman. Kami memerangi korupsi, dan kami tidak akan berhenti mengejar para koruptor. Mereka tidak akan lari dari keadilan," lanjutnya.

Baca Juga: AS mengakui ada kesalahan dalam serangan drone yang tewaskan 10 warga sipil di Kabul

Upaya pembunuhan dengan drone

Upaya pembunuhan terhadap Al-Kadhimi terjadi pada hari Minggu dini hari di rumahnya yang berada di Zona Hijau Baghdad, atau daerah dengan keamanan ketat, di mana kedutaan asing dan kantor-kantor pemerintah berada.

Al-Kadhimi lolos tanpa cedera dalam upaya pembunuhan oleh drone. Dilansir dari Reuters, enam anggota pasukan perlindungan pribadinya mengalami luka-luka.

Tiga drone digunakan dalam serangan itu, termasuk dua yang dicegat dan dijatuhkan oleh pasukan keamanan, sementara drone ketiga menghantam kediaman Al-Kadhimi.

Serangan terjadi dua hari setelah bentrokan keras di Baghdad antara pasukan pemerintah dan pendukung partai politik yang didukung Iran, yang sebagian besar memiliki kelompok bersenjata. Kelompok yang didukung Iran baru-baru ini kehilangan puluhan kursi di parlemen setelah pemilihan umum pada 10 Oktober.

Militer Irak mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan itu memang menargetkan rumah Al-Kadhimi dan memastikan ia dalam kondisi yang sehat pasca serangan.

Selanjutnya: Sah, misi tempur AS di Irak akan dihentikan akhir tahun 2021

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru