kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45868,39   -1,11   -0.13%
  • EMAS947.000 1,07%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Menlu Filipina tulis cuitan berisi sumpah serapah terkait Laut China Selatan


Rabu, 05 Mei 2021 / 04:59 WIB
Menlu Filipina tulis cuitan berisi sumpah serapah terkait Laut China Selatan
ILUSTRASI. Kapal penjaga pantai atau daerah perbatasan laut Filipina di Laut China Selatan.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MANILA. Menteri Luar Negeri Filipina pada hari Senin (3/5/2021) menuliskan cuitan berisi sumpah serapah yang meminta kapal-kapal China keluar dari perairan yang disengketakan. Ini menjadi perang kata-kata terbaru dengan Beijing terkait Laut China Selatan.

Melansir Reuters, pernyataan Menlu Teodoro Locsin, yang kadang-kadang membuat pernyataan blak-blakan, menyusul protes Manila atas kehadiran "ilegal" dari ratusan kapal China di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 200 mil Filipina.

"China, temanku, seberapa sopan aku bisa mengatakannya? Coba aku lihat ... O ... SEGERA KELUAR," tweet Locsin di akun pribadinya.

"Apa yang kamu lakukan terhadap pertemanan kita? Kamu. Bukan kami. Kami sedang berusaha. Kamu. Kamu seperti orang bodoh yang memaksakan perhatian pada pria tampan yang ingin menjadi teman; bukan untuk menjadi ayah dari provinsi China...," tweet Locsin.

Kedutaan China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar yang diajukan Reuters. Pejabat China sebelumnya mengatakan kapal-kapal di Whitsun Reef yang disengketakan adalah kapal penangkap ikan yang berlindung dari laut yang ganas.

Baca Juga: Memanas lagi, China desak Filipina hindari diplomasi megafon

Menanggapi permintaan komentar, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengulangi pernyataan 28 Maret oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang mengatakan bahwa Amerika Serikat mendukung sekutu mereka, Filipina, dalam menghadapi tekanan milisi maritim (China) di Laut China Selatan. 

"Seperti yang telah kami nyatakan sebelumnya, serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina, kapal atau pesawat umum di Pasifik, termasuk di Laut China Selatan, akan memicu kewajiban kami di bawah Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina," kata juru bicara itu seperti yang dikutip Reuters.

Baca Juga: China ke Filipina: Diplomasi megafon tidak bisa ubah fakta, hanya bisa merusak




TERBARU

[X]
×