kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Meradang, Ini Janji Beijing Pasca Kanada Terapkan Tarif 100% Kendaraan Listrik China


Kamis, 29 Agustus 2024 / 08:56 WIB
ILUSTRASI. China meradang setelah Kanada berencana untuk mengenakan tarif atas kendaraan listrik (EV) dan produk baja dan aluminium yang diproduksi di China. Fred Dufour/Pool via REUTERS


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dampak pada Tesla

Menurut Automotive News Canada, Tesla menjual 36.900 kendaraan listrik di Kanada tahun lalu, dibandingkan dengan 24.400 pada tahun 2022. 

Tesla kini memasok kendaraan listrik buatan Shanghai ke Kanada, tetapi dapat menghindari tarif baru dengan beralih memasok Kanada dari pabrik-pabrik di Jerman atau AS.

Liu Chunsheng, seorang profesor madya di Universitas Keuangan dan Ekonomi Pusat yang berbasis di Beijing, mengatakan kepada Kantor Berita China bahwa tarif kendaraan listrik Kanada tidak akan secara langsung merugikan perusahaan-perusahaan China, tetapi dapat memaksa Tesla untuk mengurangi produksi di China.

“Tujuan utama kendaraan listrik China bukanlah AS dan Kanada, tetapi Asia Tenggara, Eropa Timur, dan beberapa negara Sabuk dan Jalan,” kata Liu. “Tarif Kanada tidak akan merugikan ekspor kendaraan listrik China.”

Chunsheng menegaskan, China harus waspada bahwa AS kini mendorong sekutunya untuk mengurangi atau memblokir impor kendaraan listrik China. 

Tarif Kanada akan menjadi contoh dan memengaruhi keputusan negara lain. 

“Selain itu, Tesla mungkin terpaksa mengurangi produksinya di Tiongkok,” imbuhnya.




TERBARU

[X]
×