CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.985   40,00   0,22%
  • IDX 6.229   53,38   0,86%
  • KOMPAS100 823   9,19   1,13%
  • LQ45 630   8,12   1,30%
  • ISSI 214   1,93   0,91%
  • IDX30 356   4,71   1,34%
  • IDXHIDIV20 443   5,13   1,17%
  • IDX80 94   1,13   1,21%
  • IDXV30 119   1,16   0,99%
  • IDXQ30 115   1,40   1,24%

Meski ditentang WHO, obat anti-parasit tetap digunakan di India untuk atasi Covid-19


Jumat, 14 Mei 2021 / 11:10 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Uttarakhand menjadi perhatian dunia kala menjadi tuan rumah Kumbh Mela, pertemuan umat Hindu selama berminggu-minggu yang menarik jutaan umat dari seluruh negeri pada bulan Maret dan April lalu.

Pada upacara Kumbh Mela, jutaan orang berkumpul di Sungai Gangga tanpa mempedulikan protokol kesehatan, tanpa masker, dan tanpa jarak sosial.

Saat ini negara bagian Uttarakhand memberlakukan pembatasan sosial ketat, termasuk pembatasan perjalanan antarnegara.

Sedangkan Goa yang merupakan destinasi wisata ternama, tetap terbuka untuk wisatawan dan hanya memberlakukan  lockdown selama 15 hari mulai pekan ini.

Dikutip dari Reuters, negara bagian Goa melaporkan tingkat infeksi tertinggi di India, dengan lebih dari satu dari tiga pasien positif Covid-19 sejak pertengahan April lalu.

Menteri Kesehatan Goa Vishwajit Rane meyakinkan bahwa ahli medis di Eropa telah menemukan bukti bahwa obat ivermectin mengurangi waktu pemulihan dan risiko kematian.

Di sisi lain, WHO dan sejumlah badan pengawas obat-obatan lainnya mengatakan hanya ada sedikit bukti mengenai hal ini.

Selanjutnya: Mengintip terapi kotoran sapi di India yang dipercaya mampu menangkal Covid-19




TERBARU

[X]
×