kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.787   -33,00   -0,20%
  • IDX 8.003   79,83   1,01%
  • KOMPAS100 1.121   12,91   1,17%
  • LQ45 815   8,42   1,04%
  • ISSI 284   5,10   1,83%
  • IDX30 425   4,58   1,09%
  • IDXHIDIV20 510   4,54   0,90%
  • IDX80 125   1,69   1,37%
  • IDXV30 138   2,95   2,18%
  • IDXQ30 138   0,90   0,65%

OpenAI Tak Puas dengan Sejumlah Chip Nvidia, Mulai Cari Alternatif


Selasa, 03 Februari 2026 / 09:08 WIB
OpenAI Tak Puas dengan Sejumlah Chip Nvidia, Mulai Cari Alternatif
ILUSTRASI. ChatGPT (OpenAI/Digital Trends)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - OpenAI dikabarkan tidak sepenuhnya puas dengan sebagian chip kecerdasan buatan (AI) terbaru milik Nvidia dan sejak tahun lalu mulai mencari alternatif lain, menurut delapan sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Langkah ini berpotensi memperumit hubungan dua pemain paling menonjol dalam ledakan industri AI global.

Perubahan strategi pembuat ChatGPT ini, yang pertama kali dilaporkan Reuters pada Selasa (2/2/2026), berkaitan dengan meningkatnya fokus pada chip untuk proses inference AI, yakni tahap ketika model AI seperti yang digunakan ChatGPT menjawab pertanyaan dan permintaan pengguna.

Baca Juga: Ibu Kota Ukraina Kyiv dan Sejumlah Kota Lain Diserang Rusia

Selama ini, Nvidia tetap mendominasi chip untuk pelatihan (training) model AI skala besar, namun inference kini menjadi medan persaingan baru.

Keputusan OpenAI dan sejumlah pemain lain untuk mencari alternatif di pasar chip inference menjadi ujian serius bagi dominasi Nvidia, terutama di tengah pembicaraan investasi antara kedua perusahaan.

Pada September lalu, Nvidia menyatakan niatnya menginvestasikan hingga US$100 miliar ke OpenAI sebagai bagian dari kesepakatan yang akan memberi Nvidia saham di startup tersebut sekaligus menyediakan dana bagi OpenAI untuk membeli chip canggih.

Saat itu, kesepakatan diperkirakan rampung dalam hitungan pekan, namun negosiasi justru berlarut-larut selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Harga Emas Bangkit Lebih dari 3% ke US$4.837 Selasa (3/2) Usai Tertekan Tajam

Dalam periode tersebut, OpenAI telah menjalin kerja sama dengan AMD dan pihak lain untuk GPU yang dirancang menyaingi Nvidia.

Selain itu, perubahan peta jalan produk OpenAI juga mengubah kebutuhan komputasi perusahaan dan memperlambat pembicaraan dengan Nvidia, kata salah satu sumber.

CEO Nvidia Jensen Huang pada Sabtu lalu membantah adanya ketegangan dengan OpenAI, menyebut laporan tersebut sebagai “tidak masuk akal”, serta menegaskan rencana investasi besar Nvidia di OpenAI.

Dalam pernyataannya, Nvidia menyebut pelanggan tetap memilih produknya untuk inference karena kinerja dan total biaya kepemilikan terbaik dalam skala besar.

Sementara itu, juru bicara OpenAI mengatakan perusahaan masih mengandalkan Nvidia untuk sebagian besar armada inference-nya, dan Nvidia memberikan nilai kinerja terbaik per dolar.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil Selasa (3/2) Pagi: Brent ke US$66,36 dan WTI ke US$62,24

CEO OpenAI Sam Altman juga menulis di platform X bahwa Nvidia membuat “chip AI terbaik di dunia” dan OpenAI berharap tetap menjadi pelanggan besar dalam jangka panjang.

Namun, tujuh sumber mengatakan OpenAI tidak puas dengan kecepatan chip Nvidia dalam menghasilkan respons ChatGPT untuk jenis tugas tertentu, seperti pengembangan perangkat lunak dan komunikasi AI dengan sistem lain.

OpenAI membutuhkan perangkat keras baru yang kelak dapat menyumbang sekitar 10% kebutuhan komputasi inference perusahaan.

OpenAI disebut telah membahas kerja sama dengan startup seperti Cerebras dan Groq untuk chip inference berkecepatan tinggi.

Namun, pembicaraan dengan Groq terhenti setelah Nvidia menandatangani kesepakatan lisensi senilai US$20 miliar dengan perusahaan tersebut. Nvidia menyatakan teknologi Groq sangat melengkapi peta jalan produknya.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×