Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBOC) untuk pertama kalinya meluncurkan operasi reverse repo tenor semalam (overnight reverse repo) pada Senin (29/6/2026) sebagai bagian dari upaya menjaga likuiditas sistem keuangan.
Baca Juga: Bursa Australia Menguat Senin (29/6) Dipicu Saham Tambang, Ketegangan AS-Iran Mereda
Dalam pernyataan resminya, PBOC menyatakan telah menawarkan dana sebesar 300 miliar yuan atau sekitar US$44,13 miliar kepada lembaga keuangan melalui instrumen reverse repo overnight.
Namun, bank sentral China tidak mengungkapkan tingkat suku bunga (borrowing cost) yang dikenakan dalam operasi reverse repo tenor semalam tersebut.
Selain itu, PBOC juga menggelontorkan 157,5 miliar yuan melalui operasi reverse repo tenor tujuh hari.
Baca Juga: Bukan Main! Korsel Bangun Mega Klaster AI, Nilai Investasi Tembus 1.000 Triliun Won
Suku bunga untuk reverse repo tujuh hari dipertahankan di level 1,4%, tidak berubah dari operasi sebelumnya.
Langkah tersebut dilakukan di tengah upaya PBOC menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan sekaligus memastikan stabilitas sistem moneter China.













