kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Pemimpin Hong Kong jamin UU Keamanan tak injak-injak hak dan kebebasan


Selasa, 26 Mei 2020 / 11:18 WIB
ILUSTRASI. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menghadiri konferensi pers untuk membahas hukum darurat darurat di kantor pemerintah di Hong Kong, China, 4 Oktober 2019. REUTERS / Athit Perawongmetha


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Komentar Lam datang setelah Beijing meluncurkan usulan UU Keamanan Nasional yang baru untuk Hong Kong pada pekan lalu. Tujuan beleidi ini untuk mengatasi pemisahan diri, subversi, dan kegiatan teroris, serta bisa jadi pijakan badan-badan intelijen Cina mendirikan markas di Hong Kong.

Kepala Keamanan dan Kepolisian Hong Kong mengatakan pada Minggu (24/5), "terorisme" dan kegiatan yang "membahayakan keamanan nasional" sedang tumbuh di kota itu, setelah ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes UU Keamanan Nasional.

Baca Juga: Akses internet akan dibatasi, pengguna VPN di Hong Kong melonjak

Polisi menangkap lebih dari 180 orang pada Minggu (24/5), ketika mereka menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstran anti-pemerintah saat kerusuhan kembali mendera Hong Kong setelah berbulan-bulan relatif tenang.

Melansir Reuters, Komisaris Polisi Chris Tang menyebutkan, ada 14 kasus yang melibatkan bahan peledak "yang biasa digunakan dalam serangan teroris di luar negeri", serta menyita lima senjata api dan amunisi sejak protes bergulir Juni tahun lalu.




TERBARU

[X]
×