kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pengadilan AS minta Pentagon & Microsoft tunda eksekusi kontrak senilai US$ 10 miliar


Jumat, 14 Februari 2020 / 10:20 WIB
ILUSTRASI. The logo of Microsoft is pictured in Issy-les-Moulineaux, France, August 8, 2016. REUTERS/Jacky Naegelen


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Dalam gugatannya, Amazon mengatakan keputusan Departemen Pertahanan AS penuh dengan kesalahan mengerikan, yang merupakan hasil tekanan yang tidak patut dari Presiden Donald Trump, yang melakukan serangan publik dan serangan di belakang layar untuk menjauhkan kontrak tersebut dari Amazon.

Trump dituduh menjadikan Bezos sebagai musuh politiknya. Hal ini didasarkan pada surat kabar Washington Post yang sahamnya dimiliki Bezos kerap bersikap kritis terhadap pemerintahan Trump.

Baca Juga: Permusuhan antara Trump dan Jeff Bezos semakin tajam

Sementara itu, Pentagon mengaku kecewa dengan keputusan awal pengadilan tersebut. Sebab kontrak tersebut seharusnya sudah mulai dijalankan pada hari Jumat ini, terpaksa harus ditunda.

Menteri Pertahanan AS Marks Esper sebelumnya membantah ada bias dalam keputusan Pentagon memberikan kontrak tersebut kepada Microsoft. Ia mengklaim keputusan itu diberikan secara adil dan bebas tanpa pengaruh eksternal.




TERBARU

[X]
×