kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Perang Tanpa Peluru: Begini Cara China Menaklukkan Dunia


Kamis, 16 Oktober 2025 / 08:58 WIB
Perang Tanpa Peluru: Begini Cara China Menaklukkan Dunia
ILUSTRASI. Selama bertahun-tahun, China telah menyiapkan arsenal senjata ekonomi. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Telegraph | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sabuk, Jalan, dan Jerat Utang

Sejak awal masa kepemimpinannya, Presiden Xi Jinping telah membangun kekuatan ekonomi ini.
Senjata paling terkenal: Belt and Road Initiative (BRI) — proyek pinjaman, hibah, dan investasi senilai US$ 1,3 triliun untuk membiayai infrastruktur di 150 negara.

Program ini membuka jalan bagi perusahaan China, mengikat ekonomi negara penerima dalam koridor perdagangan Beijing, dan membeli pengaruh politik.

Semester pertama tahun ini jadi yang terbesar: US$ 66 miliar kontrak konstruksi dan US$ 57 miliar investasi, terutama di sektor energi, logam, dan teknologi.

Kini, China telah menjadi kreditur terbesar bagi negara berkembang, menyalip IMF dan Bank Dunia. Banyak proyek yang dibiayai dengan utang disertai jaminan aset strategis.

“Kalau kamu berutang miliaran dolar ke China, kamu harus bersikap manis padanya,” kata Kynge. “Saya tidak menyebutnya paksaan, tapi leverage—yang bisa berubah jadi paksaan kapan saja.”

Contohnya, pelabuhan Hambantota di Sri Lanka yang diambil alih dengan sewa 99 tahun karena gagal bayar, dan jalur kereta Ethiopia–Djibouti yang justru membebani negara dengan utang ke Beijing.

Baca Juga: Menantang Trump, Tim Cook Janji Tambah Investasi Apple di China

Monopoli Pasokan Dunia

Senjata kedua Xi: monopoli rantai pasok global.
China memproduksi 61% logam tanah jarang dunia dan memproses 92% dari total pasokan global. Ia juga mendominasi baterai, panel surya, dan turbin angin.

Dengan begitu, Beijing bisa mengendalikan harga, laba, dan akses pasar global.

“China tak hanya bisa menahan ekspor, tapi juga bisa membanjiri pasar global dengan produk bersubsidi tinggi seperti mobil listrik dan panel surya,” kata Inkster. “Bagi Eropa, ini kekhawatiran serius.”

Sering kali, Beijing menyamarkan langkahnya dengan prosedur teknis: “larangan” ekspor disebut hanya “proses perizinan baru”, sementara boikot impor terhadap anggur, barley, dan lobster Australia diklaim sebagai “masalah sanitasi”.

“China menyamarkan tindakan politiknya sebagai sengketa teknis dagang,” ujar John Coyne dari Australian Strategic Policy Institute.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×