kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,36   -7,11   -0.75%
  • EMAS923.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.83%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Perbatasan negara bagian Australia akan dibuka kembali setelah nol kasus Covid-19


Kamis, 28 Januari 2021 / 11:25 WIB
Perbatasan negara bagian Australia akan dibuka kembali setelah nol kasus Covid-19
ILUSTRASI. Corona di Australia. REUTERS/Loren Elliott

Sumber: Reuters | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Pembatasan di perbatasan yang disebabkan oleh virus Corona yang memisahkan tiga negara bagian terpadat di Australia akan dilonggarkan, kata pihak berwenang pada hari Kamis, ketika negara itu mencatat hari ke-11 berturut-turut dari nol kasus COVID-19.

Negara bagian Australia memberlakukan karantina dan pembatasan di perbatasan ketat untuk pelancong dari negara bagian New South Wales (NSW) setelah wabah di Sydney pada akhir Desember, membuat rencana liburan Natal ribuan warga Australia menjadi kacau.

Cluster Sydney sekarang telah diatasi, negara bagian lain yang telah mencatat nol kasus virus corona sehingga memunculkN kepercayaan untuk membuka kembali perbatasan.

Perdana Menteri Queensland Annastacia Palaszczuk mengatakan pada hari Kamis, negara bagiannya di timur laut akan menyambut penduduk NSW mulai 1 Februari. "Saya ingin melihat keluarga dan teman bersatu kembali," kata Palaszczuk dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Negara bagian tenggara Victoria, yang menjadi tuan rumah grand slam tenis Australia Terbuka, mengisyaratkan akan mengubah pengaturan perbatasan dengan Sydney pada hari Jumat. Negara bagian mencatat hari ke 22 dari nol kasus lokal pada hari Kamis.

Baca Juga: Inilah metode baru untuk deteksi Covid-19 yang diperkenalkan China: Swab via anus

Victoria memperkenalkan sistem izin untuk semua pelancong yang memungkinkan area antarnegara bagian ditetapkan sebagai hijau, oranye atau merah sesuai dengan risikonya. Wisatawan dari zona merah tidak diizinkan masuk ke Victoria sementara mereka yang berasal dari zona oranye perlu menjalani tes virus corona dalam tiga hari setelah kedatangan.

“Saya berharap pada akhir besok tidak ada zona merah di New South Wales, zona hijau yang jauh lebih besar, tetapi mungkin ada beberapa sisa dari beberapa area yang tetap oranye,” kata Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews.

Australia telah melaporkan lebih dari 22.000 kasus COVID-19 lokal dan 909 kematian sejak Maret. Negara itu, yang menutup perbatasan internasional di awal pandemi dan memberlakukan penguncian dan langkah-langkah jarak sosial yang ketat, berada di peringkat 10 teratas dalam indeks kinerja COVID untuk penanganan penyakit yang berhasil.

Selandia Baru berada di peringkat No. 1 dalam indeks tetapi sekarang sedang menyelidiki kasus COVID-19 baru di komunitas yang terkait dengan jenis virus Afrika Selatan yang dianggap sangat menular.

Kasus-kasus tersebut mendorong Australia untuk memperpanjang penangguhan perjalanan bebas karantina dengan tetangganya trans-Tasman hingga hari Minggu. “Hal ini memungkinkan perlindungan berkelanjutan bagi rakyat Australia, sementara sejauh mana situasi di Selandia Baru terus diklarifikasi,” kata Penjabat Kepala Petugas Medis Australia Michael Kidd.

Selanjutnya: Jepang-AS sepakat perkuat aliansi, Indo-Pasifik kembali jadi fokus perhatian

 




TERBARU

[X]
×