kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Perbedaan ideologi AS dan China kian tajam, Beijing merapat ke Moskow


Selasa, 28 Juli 2020 / 21:38 WIB
ILUSTRASI. Russian President Vladimir Putin meets with his Chinese counterpart Xi Jinping at the Kremlin in Moscow, Russia, June 5, 2019. REUTERS/Evgenia Novozhenina/Pool


Sumber: South China Morning Post | Editor: Noverius Laoli

Selama konferensi video pada hari Jumat, Hua dan Zakharova mengatakan negara-negara lain harus bergabung dengan upaya mereka untuk menolak disinformasi.

"Negara-negara seharusnya tidak mengadopsi standar ganda, mencampuri urusan dalam negeri orang lain atau tuduhan tanpa dasar yang sama pada sistem politik negara lain, jalur pembangunan dan pemerintahan negara berdasarkan ideologi dan prasangka politik," kata mereka, menurut kementerian luar negeri China.

Baca Juga: Tentara Israel dan Hezbollah kontak senjata di perbatasan

Pemerintahan Trump telah meningkatkan ofensifnya terhadap China dalam beberapa pekan terakhir, yang beberapa orang katakan adalah bagian dari kampanye pemilihannya kembali di bawah bayang-bayang pandemi Covid-19 di mana lebih dari 4,4 juta orang di AS telah terinfeksi

Dalam pidatonya baru-baru ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meminta negara-negara bebas untuk menang atas ancaman dari apa yang ia katakan adalah tirani baru dari China.

Beijing mengatakan pernyataan provokatif Pompeo adalah bagian dari biasnya dan bahwa Partai Komunis tujuan China bukan untuk menggantikan AS.

Baca Juga: Iran memindahkan kapal induk tiruan USS Nimitz milik AS ke Selat Hormuz




TERBARU

[X]
×