Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SANA’A. Perdana Menteri pemerintahan Houthi di Yaman, Ahmad Ghaleb al-Rahwi, dilaporkan tewas bersama sejumlah menteri dalam serangan udara Israel yang menghantam ibu kota Sana’a pada Kamis (29/8/2025).
Kabar ini disampaikan kantor berita Houthi, mengutip pernyataan Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, Sabtu (30/8).
Selain menewaskan pejabat tinggi, serangan tersebut juga melukai beberapa orang, meski jumlah pasti korban belum diungkapkan.
Baca Juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Sedikitnya Lima Orang di Kota Gaza Utara
Militer Israel pada Jumat (30/8) menyatakan bahwa serangan itu menargetkan kepala staf, menteri pertahanan, dan pejabat senior Houthi lainnya. Namun, Mashat tidak menjelaskan apakah menteri pertahanan termasuk di antara korban.
Ahmad Ghaleb al-Rahwi menjabat perdana menteri hampir setahun terakhir. Meski begitu, kekuasaan de facto selama ini berada di tangan wakilnya, Mohamed Moftah, yang kini ditunjuk untuk menjalankan tugas perdana menteri.
Rahwi dinilai hanya sebagai sosok simbolis dan bukan bagian dari lingkaran inti kepemimpinan Houthi.
Menurut militer Israel, serangan dilakukan terhadap sebuah kompleks di wilayah Sana’a yang menjadi tempat berkumpulnya para pejabat senior Houthi. Operasi ini disebut sebagai “operasi kompleks” yang berhasil berkat dukungan intelijen dan keunggulan udara.
Baca Juga: Israel Melakukan Serangan Udara Hantam Ibukota Yaman, Sana'a
Sumber keamanan Israel sebelumnya menyebut para pejabat Houthi berkumpul untuk menyaksikan pidato rekaman pemimpin kelompok itu, Abdul Malik al-Houthi.
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dalam beberapa bulan terakhir gencar menyerang kapal di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina di Gaza. Mereka juga menembakkan rudal ke arah Israel, meski sebagian besar berhasil dicegat.
Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan ke wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk pelabuhan penting Hodeidah.