kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.904   45,00   0,27%
  • IDX 8.285   72,39   0,88%
  • KOMPAS100 1.166   8,47   0,73%
  • LQ45 834   4,36   0,53%
  • ISSI 297   1,95   0,66%
  • IDX30 435   3,35   0,78%
  • IDXHIDIV20 520   3,49   0,68%
  • IDX80 130   0,61   0,47%
  • IDXV30 142   0,04   0,03%
  • IDXQ30 140   1,00   0,72%

Perundingan Tegang! Ini Tuntutan Rusia yang Ditolak Ukraina di Jenewa


Rabu, 18 Februari 2026 / 06:20 WIB
Perundingan Tegang! Ini Tuntutan Rusia yang Ditolak Ukraina di Jenewa
ILUSTRASI. Bendera Rusia dan Ukraina (Sergei Kholodilin/BelTA/Handout via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Negosiator dari Ukraina dan Rusia mengakhiri hari pertama dari dua hari perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat (AS) di Jenewa, Swiss, pada Selasa (17/2/2026). 

Melansir Reuters, Presiden AS Donald Trump mendesak Kyiv bergerak cepat untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung empat tahun.

Menjelang perundingan di Swiss, Rusia melancarkan serangan udara semalaman ke sejumlah wilayah Ukraina. Serangan itu merusak parah jaringan listrik di kota pelabuhan selatan Odesa. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan puluhan ribu warga kehilangan akses pemanas dan air.

“Kami siap bergerak cepat menuju kesepakatan yang layak untuk mengakhiri perang,” kata Zelenskiy dalam pidato malamnya. Ia menambahkan masih menunggu laporan dari tim perunding di Jenewa. “Pertanyaannya untuk Rusia adalah: sebenarnya apa yang mereka inginkan?”

Ketua tim negosiasi Ukraina, Rustem Umerov, yang juga memimpin Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, menyebut pembahasan hari pertama berfokus pada isu-isu teknis dan mekanisme kemungkinan keputusan, tanpa merinci lebih jauh. Ia memastikan negosiasi akan dilanjutkan pada Rabu sebagai hari terakhir.

Pejabat Rusia belum memberikan komentar resmi. Namun kantor berita Rusia mengutip sumber yang menyebut pembicaraan berlangsung “sangat tegang” selama enam jam dalam berbagai format bilateral dan trilateral. Kedua pihak sepakat melanjutkan diskusi keesokan harinya.

Baca Juga: Menlu Iran Sebut Ada Kemajuan dalam Perundingan Nuklir dengan AS di Jenewa

Pertemuan di Jenewa ini menyusul dua putaran perundingan yang dimediasi AS di Abu Dhabi. Namun, belum ada terobosan berarti karena kedua pihak masih berselisih tajam, terutama soal kendali wilayah di Ukraina timur.

Trump mendorong Moskow dan Kyiv mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang terbesar di Eropa sejak 1945. Namun, Zelenskiy mengeluhkan negaranya menghadapi tekanan lebih besar untuk memberikan konsesi.

Sebelum perundingan dimulai, Umerov menurunkan ekspektasi dengan menyatakan delegasi Ukraina bekerja “tanpa harapan berlebihan”.

Negosiasi Dua Krisis Sekaligus

Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner mewakili pemerintahan Trump dalam perundingan tersebut. Dalam langkah yang jarang terjadi, mereka juga menghadiri negosiasi tidak langsung dengan pejabat Iran di pagi hari, sebelum memediasi pembicaraan Ukraina-Rusia di lokasi terpisah di Jenewa.

Trump menegaskan Ukraina perlu segera mengambil keputusan. “Ukraina harus datang ke meja perundingan dengan cepat. Itu saja yang saya katakan,” ujar Trump kepada wartawan di dalam Air Force One.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok Lebih 2% Selasa (17/2), Terseret Perkembangan Pembicaraan AS-Iran

Rusia menuntut Ukraina menyerahkan sisa sekitar 20% wilayah Donetsk di timur yang belum berhasil dikuasai Moskow, tuntutan yang ditolak Kyiv.

Delegasi dari sejumlah negara Eropa turut hadir di Jenewa, menurut empat sumber yang mengetahui pertemuan tersebut. Namun, mereka tidak terlibat langsung dalam perundingan trilateral. Kehadiran mereka disebut atas permintaan Zelenskiy agar sekutu Eropa dilibatkan, meski Rusia sebelumnya menolak partisipasi Eropa.

Zelenskiy juga meminta sekutu Ukraina meningkatkan tekanan terhadap Rusia melalui sanksi yang lebih keras dan tambahan pasokan senjata, demi mencapai perdamaian yang “nyata dan adil”.

Putaran Jenewa berlangsung hanya beberapa hari sebelum peringatan empat tahun invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 24 Februari. Puluhan ribu orang tewas, jutaan mengungsi, dan banyak kota serta desa hancur akibat perang.

Tonton: Trump Dukung Israel Serang Iran Jika Negosiasi Nuklir Kandas, Ini Senjata yang Disiapkan AS!

“Seseorang seharusnya tidak sepenuhnya mempercayai Rusia, bahkan sedikit pun tidak,” kata Oksana Reviakina, 41 tahun, warga yang mengungsi dari Melitopol yang diduduki Rusia, saat berlindung di stasiun metro Kyiv ketika sirene serangan udara berbunyi.

Saat ini, Rusia menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina, termasuk Crimea dan sebagian wilayah Donbas yang direbut sebelum invasi 2022. Serangan udara terbaru ke infrastruktur energi juga membuat ratusan ribu warga Ukraina kehilangan pemanas dan listrik di tengah musim dingin yang keras.

Selanjutnya: Pertamina Rampingkan Diri: 38 Anak Usaha Non-Migas Dicoret, Apa Alasannya?

Menarik Dibaca: Sambut Ramadhan 2026, Kirim Doa Terbaik Lewat 35 Ucapan Penuh Berkah Ini




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×