kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pesawat buatannya jatuh, valuasi Boeing ikut jatuh sebesar US$ 25 miliar


Kamis, 14 Maret 2019 / 13:57 WIB


Sumber: CNN | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Berita buruk terbaru untuk Boeing tiba pada hari Rabu sore waktu setempat. Amerika Serikat bergabung dengan negara-negara lain untuk mengandangkan pesawat 737 Max.

Dilansir dari CNN, saham Boeing (BA) turun 3% segera setelah Presiden Donald Trump mengumumkan langkah tersebut dari Gedung Putih.

Sempat rebound, namun saham produsen pesawat tersebut kembali jatuh. Kalau dihitung sejak insiden jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines akhir pekan lalu, harga saham Boeing nyaris turun 13%.

Hal ini menyebabkan Boeing kehilangan valuasi sebesar US$ 25 miliar.

Boeing sendiri akhirnya melarang seluruh armada pesawat 737 Max untuk terbang. Hal ini dilakukan setelah penyelidik menemukan bukti baru di lokasi jatuhnya Ethiopian Airlines.

Dilansir dari BBC, produsen pesawat asal Amerika Serikat ini akan mengandangkan seluruh 371 unit pesawat Boeing 737 Max di dunia. 

Dalam pernyataannya, Boeing mengatakan bahwa pihaknya masih memiliki kepercayaan penuh pada aspek sistem keselamatan dari seri 737 Max.

Namun, perusahaan asal Amerika Serikat itu menambahkan bahwa pihaknya akahirnya memutuskan untuk melakukan grounded terhadap tipe tersebut berkonsultasi dengan otoritas penerbangan sipil AS yakni Federal Aviation Administration (FAA) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional.

"Kami melakukan yang kami bisa untuk memahami penyebab kecelakaan dalam kerja sama dengan para penyelidik, menyebarkan peningkatan keselamatan dan membantu memastikan insiden ini tidak terjadi lag," kata presiden dan kepala eksekutif Boeing Dennis Muilenburg.




TERBARU

[X]
×