Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS671.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Petani India berharap Monsanto menjual benih kapas (GM) generasi terbaru

Jumat, 11 Januari 2019 / 16:11 WIB

Petani India berharap Monsanto menjual benih kapas (GM) generasi terbaru
ILUSTRASI. Logo Monsanto

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI.  Keputusan Mahkamah Agung (MA) India memberikan hak paten kepada Monsanto untuk benih kapas yang dimodifikasi secara genetik (genetically modified/GM) telah meningkatkan harapakan petani di sana. Kalangan petani berharap perusahaan multinasional asal Amerika Serikat (AS) tersebut akan meluncurkan benih generasi baru.

Kantor berita Reuters melaporkan, pada 2002, India telah menyetujui sifat benih kapas GM Monsanto dan peningkatan varietasnya pada 2006, sehingga dapat membantu mengubah India menjadi produsen serat (fiber) terbesar di dunia dan pengekspor serat kedua.

Namun Monsanto tidak lagi mengeluarkan varietas terbaru sejak perusahaan benih terbesar di dunia tersebut menarik aplikasi pembuatan varietas baru karena perselisihan mengenai royalti dengan pemerintah dan kekhawatiran atas klaim paten benih tersebut.

Namun demikian, varietas toleran herbisida baru (new herbicide tolerant variety) ternyata telah merembes ke petani India dan banyak petani kapas secara terbuka menanam benih tersebut tahun lalu. Hal ini mendorong pemerintah India melakukan penyelidikan.

Menurut pihak Monsanto, perusahaan benih lokal telah secara ilegal berusaha memasukkan teknologi toleran herbisida yang tidak disetujui ke dalam benih mereka. "Kami tidak memahami masalah hukum, tetapi kami menginginkan teknologi baru," ujar seorang petani kapas di distrik Yavatmal, Negara Bagian Barat Maharastra bernama Shrikant Kale.

Shrikant mengatakan, bila keputusan pengadilan membantu perusahaan benih membawa teknologi baru ke India, maka keputusan tersebut berdampak baik bagi petani.

Belasan petani di tiga distrik Maharastra mengatakan mereka menanam varietas kapal ilegal pada Juni lalu setelah membeli benih dari pasar gelap. Namun petani menegaskan lebih senang bila Monsanto mau meluncurkan benih tersebut secara legal.

"Kalau pembelian secara ilegal selalu ada risiko membeli benih palsu dan kami membeli benih selundupan seperti itu karena tidak ada alternatif," ujar Vijay Niwal, petani kapas lainnya di Maharastra.

Vijay mengatakan, pihaknya tidak keberatan membayar beberapa ratus rupee lebih banyak untuk mendapatkan benih generasi terbaru tersebut. Karena hal itu bisa membantu petani menghemat ribuan rupee untuk mengelola gulma.

Sumber : Reuters
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0599 || diagnostic_web = 1.5033

Close [X]
×