Planet di tepi tata surya ini menjadi pengganti Pluto? Lebih besar dari Bumi

Selasa, 21 September 2021 | 11:38 WIB   Penulis: Arif Budianto
Planet di tepi tata surya ini menjadi pengganti Pluto? Lebih besar dari Bumi

ILUSTRASI. Planet di tepi tata surya ini menjadi pengganti Pluto? Lebih besar dari Bumi


KONTAN.CO.ID - Apakah planet di tepi tata surya ini akan menjadi pengganti Pluto? Objek seperti bola ini terdiri dari struktur yang sedikit lebih besar dari Bumi.

Pluto, mendengar nama ini Anda mungkin sempat tertuju pada sebuah planet mungil yang dulu masih diakui sebagai bagian dari tata surya. Meskipun demikian, para astronom masih mempertanyakan status planet ke-9 ini pada masanya.

Tepat di tahun 2006, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) resmi mengeluarkan Pluto sebagai salah satu planet di tata surya. Terlepas dari semua itu, sejumlah astronom meyakini bahwa Pluto masih dianggap sebagai planet.

Beranjak dari Pluto, baru-baru ini objek seperti bola di luar angkasa sedang didorong sebagai bagian dari planet tata surya. Mengutip dari Scientimes, ide tersebut diusulkan oleh ahli yang sama yang bertanggung jawab atas hilangnya status "planet" Pluto, yakni Mike Brown.

Objek seperti bola ini terdiri dari struktur yang sedikit lebih besar dari Bumi dan dipetakan hanya beberapa jarak dari pinggiran Tata Surya. Mengutip dari Republicworld, Planet ke-9 ini tergantung di suatu tempat di tetpi tata surya. 

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Brown telah mengungkapkan bahwa Planet 9 berada di suatu tempat antara 10 dan 20 kali lebih besar dari Bumi. Planet ini membutuhkan 15.000 tahun untuk menyelesaikan satu orbit mengelilingi matahari karena jaraknya yang jauh.

Baca Juga: Jupiter sebagai planet terbesar di tata surya ini dihantam batu ruang angkasa

ILUSTRASI: Planet

Beberapa bukti juga memperkuat keberadaan planet 9 ini. Seperti dalam laporan Phy.org, menyarankan bahwa beberapa ahli yakin tentang keberadaan planet tak kasat mata setelah menemukan efek gravitasi aneh pada es kecil di luar tata surya (Objek Sabuk Kuiper atau KBO).

Sementara itu, BBC melaporkan bahwa orbit planet hipotesis mungkin sangat terdistorsi dan aakn memiliki orbit 600 kali lebih besar dari apa yang ada di antara Bumi dan Matahari ( 90 milyar Km).

Brown juga mengatakan bahwa Planet 9 lahir sebelum planet lain didorong ke tepi oleh planet lain.

Dalam laporan Scientimes, dalam laporan The Daily Beast para ahli sangat senang mengumumkan planet kesembilan baru. Pakar yang memahami hal tersebut mengatakan bahwa mereka menghormati banyak upaya dan kontribusi Brown kepada komunitas astronomi.

Terlepas dari semua itu, hal ini masih menjadi perdebatan oleh para ahli terkait Pluto dan Planet 9 ini yang mungkin akan menggantikan posisinya di Tata Surya kita. Bagaimana menurut Anda?

Selanjutnya: Pesawat ruang angkasa DART menghancurkan asteroid dengan cara menabraknya

Editor: Arif Budianto

Terbaru