Sumber: IRNA | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Wakil Presiden Urusan Parlemen, Shahram Dabiri, menyusul kontroversi atas perjalanan pribadi mewah ke Kutub Selatan yang dilakukan Dabiri selama libur Tahun Baru Persia (Nowruz).
Dalam sebuah dekrit resmi yang diterbitkan pada Sabtu (5 April), Presiden Pezeshkian menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah menelaah laporan menyeluruh mengenai perjalanan Dabiri ke wilayah paling selatan bumi tersebut.
Pezeshkian: “Gaya Hidup Mewah Tak Dapat Dibenarkan di Tengah Kesulitan Rakyat”
Presiden Pezeshkian menyampaikan bahwa dalam situasi kesulitan ekonomi yang menimpa masyarakat Iran, tindakan pejabat publik yang melakukan perjalanan mewah, meskipun menggunakan dana pribadi, tetap dianggap tidak pantas dan tidak sejalan dengan semangat kesederhanaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh aparatur negara.
“Perjalanan mewah semacam ini, meskipun dibiayai secara pribadi, tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan gaya hidup minimalis yang diharapkan dari para pejabat Republik Islam Iran,” tegas Pezeshkian dalam dekrit tersebut.
Baca Juga: Obama Akhirnya Buka Suara! 8 Kata Menohok Tanggapi Tarif Kontroversial Trump
Ia juga menambahkan bahwa hubungan pribadi yang telah lama terjalin dengan Dabiri tidak bisa menjadi alasan untuk mengabaikan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan janji yang telah disampaikan kepada rakyat.
Fatemeh Mohajerani: Presiden Tidak Punya “Pact of Brotherhood” dengan Siapa Pun
Menyusul keputusan tersebut, juru bicara pemerintah, Fatemeh Mohajerani, dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa tindakan Presiden Pezeshkian merupakan bukti nyata bahwa beliau tidak memiliki ikatan khusus atau loyalitas pribadi dalam pengambilan keputusan.
“Presiden Pezeshkian tidak memiliki pact of brotherhood dengan siapa pun. Satu-satunya tolak ukur beliau adalah efektivitas, keadilan, kejujuran, dan kepentingan publik,” ungkap Mohajerani.