Produksi harian batubara China stabil, harga terpangkas 60%

Senin, 22 November 2021 | 13:23 WIB Sumber: Reuters
Produksi harian batubara China stabil, harga terpangkas 60%

ILUSTRASI. Pekerja mengoperasikan loader yang menurunkan batubara impor di sebuah pelabuhan di Lianyungang, provinsi Jiangsu, Cina 5 Desember 2019. REUTERS/Stringer


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Produksi harian batubara China telah stabil di angka 12 juta ton, di tengah serangkaian langkah-langkah untuk meningkatkan produksi listrik, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) mengatakan pada Minggu (21/11).

China berusaha mendinginkan pasar batubara yang panas, bahan bakar utama China untuk pembangkit listrik, setelah kekurangan pasokan menyebabkan penjatahan setrum untuk industri di banyak wilayah, menambah inflasi produsen di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Stok batubara di pelabuhan dan pembangkit listrik sudah meningkat dengan cepat. Media pemerintah China CCTV melaporkan, stok di pembangkit listrik mencapai 129 juta ton pada 14 November dan bisa mencapai 140 juta ton dia bulan ini.

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi melambat, Bank Sentral China (PBOC) beri sinyal pelonggaran

"Harga energi termasuk harga batubara telah turun secara signifikan akhir-akhir ini," sebut CCTV dalam laporannya, mengutip pejabat NDRC Zhu Xiaohai, seperti dilansir Reuters.

Penurunan harga batubara mendorong harga baja, aluminium, pulp, PVC, dan produk kimia turun. Serta, tekanan harga komoditas tersebut telah berkurang, Zhu, Wakil Direktur Departemen Harga NDRC, mengatakan dalam laporannya, seperti dikutip Reuters.

Zhu mengungkapkan, harga batubara termal berjangka jatuh lebih dari 60% menjadi sekitar 800 yuan (US$ 125) per ton dari rekor tertinggi hampir 2.000 yuan pada pertengahan Oktober lalu.

NDRC bulan lalu menetapkan target harga awal 1.200 yuan dalam intervensi paling langsungnya untuk mendinginkan pasar bahan bakar pembangkit listrik di tengah krisis setrum yang parah di China.

Selanjutnya: China meluncurkan program pembiayaan hijau

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru