Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Beberapa warga Teheran menyebutkan kondisi ibu kota relatif tenang sejak Minggu, meski mereka masih melihat drone berpatroli di udara.
Warga di wilayah utara Iran juga melaporkan kondisi serupa. Para narasumber meminta identitas mereka dirahasiakan demi keamanan.
Meski demikian, laporan kerusuhan sporadis masih muncul. Hengaw menyebut seorang perawat perempuan tewas akibat tembakan langsung aparat saat protes di Karaj, wilayah barat Teheran.
Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Media Tasnim melaporkan perusakan kantor dinas pendidikan di Provinsi Isfahan pada Kamis.
Baca Juga: Helikopter Proteus Resmi Meluncur, AL Inggris Siap Hadapi Ancaman Rusia
Kelompok HAM yang berbasis di AS, HRANA, mencatat jumlah korban tewas mencapai 2.677 orang, terdiri dari 2.478 demonstran dan 163 orang yang diklaim terkait dengan pemerintah. Angka tersebut hanya meningkat tipis sejak Rabu.
Reuters belum dapat memverifikasi data tersebut. Seorang pejabat Iran sebelumnya menyebut korban tewas sekitar 2.000 orang.
Jumlah korban ini jauh melampaui angka kematian dalam gelombang kerusuhan sebelumnya di Iran yang juga ditekan dengan kekerasan aparat.
Di sisi geopolitik, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat.
Kremlin menyatakan Rusia siap menjadi mediator dalam konflik kawasan. Pezeshkian, menurut media pemerintah Iran, menuding AS dan Israel berperan langsung dalam memicu kerusuhan.
Sementara itu, HRANA melaporkan lebih dari 19.000 orang telah ditangkap, meski media Tasnim menyebut angka penahanan sekitar 3.000 orang.
Tasnim juga melaporkan penangkapan sejumlah pihak yang dituding sebagai pemimpin kerusuhan di Provinsi Kermanshah dan pelaku perusakan fasilitas publik di Kota Kerman.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
