kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Putin: Jika Ukraina Bergabung dengan NATO, Perang Pecah antara Rusia dan Aliansi


Rabu, 02 Februari 2022 / 06:25 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam, jika Ukraina bergabung dengan NATO, hal itu bisa memicu perang antara Rusia dan aliansi. Sputnik/Aleksey Nikolskyi/Kremlin via REUTERS


Sumber: Business Insider,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSCOW. Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam, jika Ukraina bergabung dengan NATO, hal itu bisa memicu perang antara Rusia dan aliansi. 

Melansir Business Insider, meski saat ini Ukraina ingin bergabung dengan NATO, namun aliansi tersebut tidak terburu-buru untuk menerimanya sebagai anggota.

Putin melihat bahwa Kyiv, ibu kota Ukraina, akan berusaha menggunakan kekuatan untuk mendapatkan kembali kendali atas Krimea, yang dicaplok Rusia pada 2014, jika Ukraina menjadi anggota NATO.

"Bayangkan bahwa Ukraina menjadi anggota NATO dan meluncurkan operasi militer itu," kata Putin saat konferensi pers di Kremlin dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán.

Dia menambahkan: "Haruskah kita melawan NATO? Apakah ada yang memikirkannya?"

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina Berpeluang Besar Meletus, Hanya Jerman yang Bisa Menghentikannya

Ukraina telah berusaha untuk bergabung dengan NATO selama bertahun-tahun, tetapi aliansi tersebut masih tarik ulur terkait masalah ini. Bahkan belum ada tanda-tanda Ukraina akan diterima menjadi anggota dalam waktu dekat. 

Pada bulan Juni, misalnya, Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada wartawan bahwa pertanyaan keluar dari konteks ketika ditanya apakah NATO akan mengambil langkah-langkah untuk memasukkan Ukraina ke dalam aliansi.

Pernyataan Putin pada hari Selasa (1/2/2022) datang saat Rusia telah memicu kekhawatiran akan invasi dengan mengumpulkan sekitar 100.000 tentara di perbatasan Ukraina.

Baca Juga: Rancangan Sanksi AS untuk Rusia Hampir Selesai, Ini Bocorannya

Kremlin mengatakan tidak memiliki rencana untuk menyerang, tetapi para pemimpin Barat skeptis mengenai hal itu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×