kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Pyongyang Panas: Korea Utara Peringatkan Ancaman Domino Nuklir di Asia Pasifik


Rabu, 19 November 2025 / 05:54 WIB
Pyongyang Panas: Korea Utara Peringatkan Ancaman Domino Nuklir di Asia Pasifik
ILUSTRASI. Korea Utara mengecam kesepakatan antara Seoul dan Amerika Serikat untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir. REUTERS/Edgar Su


Sumber: AFP | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Kesepakatan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat bertujuan untuk melindungi negara dan memperkuat aliansi keamanan Korea-AS," ujar juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung.

"Komentar Korea Utara mencerminkan kekhawatiran bahwa jika Korea Selatan memperoleh kapal selam bertenaga nuklir, hal itu dapat menjadi langkah menuju status negara dengan kemampuan senjata nuklir parsial," kata Yang Moo-jin, profesor di Universitas Kajian Korea Utara di Seoul kepada AFP.

“Langkah ini kemungkinan akan berdampak negatif terhadap prospek pembicaraan militer antar-Korea,” tambahnya.

Hingga kini, Korea Utara belum menanggapi tawaran dialog Presiden Lee.

Beijing juga menyuarakan kehati-hatian terkait kesepakatan Washington-Seoul mengenai teknologi kapal selam nuklir pada Kamis lalu.

"Kemitraan tersebut melampaui kerja sama komersial semata dan menyentuh langsung rezim non-proliferasi global serta stabilitas Semenanjung Korea dan kawasan yang lebih luas,” kata Dai Bing, Duta Besar China untuk Seoul, pekan lalu.

Tonton: Pemimpin Korut Kim Jong Un Percepat Proyek Pengembangan Senjata Nuklir

Kesimpulan 

Tanggapan keras Korea Utara terhadap kesepakatan kapal selam nuklir Korea Selatan-AS mencerminkan meningkatnya ketegangan strategis di Asia-Pasifik, di mana Pyongyang menilai program tersebut sebagai pemicu perlombaan senjata dan ancaman terhadap keseimbangan kekuatan regional. Sementara Seoul memandangnya sebagai langkah memperkuat aliansi keamanan dan meningkatkan kapabilitas pertahanan, Pyongyang dan Beijing melihat proyek ini sebagai langkah menuju status semi-nuklir Korea Selatan, yang berpotensi menggagalkan upaya diplomasi serta mempersulit upaya dialog lintas-korea yang baru mulai dibuka kembali.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×