kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Raja Scam Kripto Dunia Tumbang: Kamboja Ekstradisi Miliarder Chen Zhi ke China


Kamis, 08 Januari 2026 / 18:25 WIB
Raja Scam Kripto Dunia Tumbang: Kamboja Ekstradisi Miliarder Chen Zhi ke China
ILUSTRASI. Kasus Chen Zhi menunjukkan betapa masifnya kejahatan siber lintas negara, melibatkan perdagangan manusia dan aset kripto bernilai fantastis. (Dok./Prince Holding Group)


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sejak Chen didakwa AS atas tuduhan penipuan dan pencucian uang pada Oktober, keberadaannya tidak diketahui. Namun pada Rabu, otoritas Kamboja menyatakan telah “menangkap tiga warga negara China bernama Chen Zhi, Xu Ji Liang, dan Shao Ji Hui, serta mengekstradisi mereka ke Republik Rakyat China”. Pernyataan Kementerian Dalam Negeri tidak menyebutkan lokasi penahanan Chen.

Kewarganegaraan Kamboja Chen telah dicabut melalui dekret kerajaan bulan lalu. Pengusaha misterius itu sebelumnya melepaskan kewarganegaraan China untuk menjadi warga negara Kamboja pada 2014.

PBB memperkirakan ratusan ribu orang telah diperdagangkan ke Asia Tenggara, banyak di antaranya ke Kamboja, dengan iming-iming pekerjaan legal namun kemudian dipaksa menjalankan penipuan daring.

Para korban ditahan bertentangan dengan kehendak mereka di “pabrik penipuan” dan dipaksa menipu orang asing secara daring di bawah ancaman hukuman atau penyiksaan. Banyak korban berasal dari China dan menargetkan warga China.

Otoritas China juga secara diam-diam telah menyelidiki Prince Group setidaknya sejak 2020. Perusahaan itu dituduh menjalankan skema penipuan daring dalam sejumlah perkara pengadilan.

Baca Juga: Trump Berbalik Arah, Kini Undang Presiden Kolombia ke Gedung Putih

Biro Keamanan Publik Kota Beijing bahkan membentuk satuan tugas khusus untuk menyelidiki Prince Group, yang digambarkan sebagai “sindikat perjudian daring lintas negara besar berbasis di Kamboja”.

Elite penguasa Kamboja diketahui memiliki kedekatan dengan Chen Zhi selama bertahun-tahun. Pemerintah Kamboja relatif minim komentar sejak AS dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Prince Group, selain meminta kedua negara tersebut memastikan bukti yang mereka miliki cukup kuat.

Menurut sejumlah perkiraan, bisnis penipuan dapat menyumbang sekitar setengah dari total perekonomian Kamboja.

“Saya rasa skala operasinya yang sangat besar inilah yang membuat Chen Zhi benar-benar menonjol,” ujar jurnalis investigasi Jack Adamovic Davies kepada BBC tahun lalu.

Ia menyebut mengejutkan bahwa Prince Group mampu membangun “jejak global” tanpa memicu alarm, mengingat beratnya tuduhan pidana yang kini dihadapinya.

Tonton: Perhapi Ungkap Kementerian ESDM Perlu Pastikan Sistem RKAB Rampung Kuartal I-2026

Kesimpulan

Kasus Chen Zhi menunjukkan skala industri penipuan daring lintas negara yang sangat masif, melibatkan kripto, perdagangan manusia, dan perlindungan politik tidak langsung. Ekstradisi ke China menandai titik balik penting setelah bertahun-tahun dugaan pembiaran di Kamboja, meskipun pertanyaan besar masih tersisa soal mengapa tindakan tegas baru dilakukan setelah tekanan kuat dari AS dan Inggris.

Selanjutnya: Rebusan Daun Apa untuk Turunkan Kadar Kolesterol yang Tinggi, ya? Ini Daftarnya

Menarik Dibaca: Rebusan Daun Apa untuk Turunkan Kadar Kolesterol yang Tinggi, ya? Ini Daftarnya




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×