kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.850   0,00   0,00%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Ringgit Tembus RM4/USD: Terkuat Sejak 2018, Ada Apa di Baliknya?


Senin, 26 Januari 2026 / 06:23 WIB
Ringgit Tembus RM4/USD: Terkuat Sejak 2018, Ada Apa di Baliknya?
ILUSTRASI. Ringgit kini di posisi terkuat sejak 2018, didorong fundamental Malaysia. Temukan faktor-faktor tak terduga di balik anomali penguatan mata uang ini. (REUTERS/Thomas White)


Sumber: The Star | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar ringgit diperkirakan akan menguat secara bertahap hingga akhir tahun ini. Menurut para analis, kondisi ini didorong oleh melemahnya dolar Amerika Serikat serta faktor fundamental domestik Malaysia.

Mengutip The Star, saat ini, ringgit diperdagangkan di level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir terhadap dolar AS, atau berada di posisi terkuat sejak pertengahan 2018.

Pada Jumat lalu, ringgit bahkan sempat menembus level psikologis RM 4,00 per dolar AS.

Secara year to date, ringgit telah menguat 1,37% ke kisaran RM 4 per dolar AS, dari posisi RM 4,06 pada awal 2026. Hingga akhir pekan perdagangan, ringgit ditutup di level RM 4,0025, setelah sempat menyentuh RM 3,998 dalam perdagangan intraday.

Sejak Datuk Seri Anwar Ibrahim dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia pada November 2022, ringgit telah terapresiasi hampir 11%, dari sekitar RM 4,50 per dolar AS.

Managing Partner SPI Asset Management, Stephen Innes, menilai penembusan pasangan dolar AS/ringgit ke bawah level RM 4,00 mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek jangka panjang aset berbasis dolar AS.

Baca Juga: Badai Musim Dingin Landa AS, 850.000 Rumah Padam Listrik & 10.000 Penerbangan Batal

“Investor semakin tidak nyaman dengan cerita jangka panjang Amerika Serikat, defisit fiskal yang besar, penerbitan utang yang masif, serta persepsi bahwa premi dolar perlahan terkikis,” ujarnya kepada StarBiz.

Menurut Innes, kondisi tersebut mendorong arus modal global mencari alternatif selain dolar AS.

Pelemahan dolar AS juga berdampak pada penguatan mata uang Asia lainnya.

Innes menilai Asia kini semakin dipandang bukan lagi sebagai kawasan berisiko tinggi, melainkan destinasi yang relatif aman bagi aliran modal, khususnya negara-negara dengan ekonomi riil yang kuat dan basis ekspor komoditas.

“Malaysia sangat cocok dengan kriteria tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, ringgit diuntungkan oleh pendapatan ekspor yang stabil, neraca eksternal yang sehat, serta persepsi bahwa kredibilitas kebijakan tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas global.

Senada, Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Mohd Afzanizam Abdul Rashid, menilai ketahanan ringgit ditopang kuat oleh fundamental ekonomi Malaysia sendiri.

Dalam kondisi ini, pelaku pasar menjadi semakin “konstruktif” terhadap ringgit.

Baca Juga: Khamenei Sembunyi di Bunker: Iran Siaga Penuh Hadapi AS?




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×