kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.894   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -0,10   0,00%
  • KOMPAS100 1.232   5,72   0,47%
  • LQ45 874   7,20   0,83%
  • ISSI 324   0,25   0,08%
  • IDX30 446   5,56   1,26%
  • IDXHIDIV20 530   9,50   1,83%
  • IDX80 137   0,76   0,56%
  • IDXV30 146   2,23   1,55%
  • IDXQ30 143   1,91   1,35%

Rusia Terapkan Taktik Baru Tank untuk Memecah Kebuntuan di Ukraina


Selasa, 13 Januari 2026 / 10:23 WIB
Rusia Terapkan Taktik Baru Tank untuk Memecah Kebuntuan di Ukraina
ILUSTRASI. Tank T-14 Armata Rusia (Evgeny Biyatov/via REUTERS). Taktik tank berpasangan kini jadi andalan baru Rusia di Ukraina. Temukan bagaimana dukungan drone terus-menerus mengubah peta serangan.


Sumber: Forbes | Editor: Noverius Laoli

Meski inovatif, taktik ini menghadapi sejumlah tantangan. Tank yang bergerak terpisah tetap rentan terhadap serangan drone Ukraina, yang biasanya dioperasikan dari luar jangkauan tembakan tank. Tank juga mudah terdeteksi secara visual dan akustik. 

Keamanan komunikasi antara tank dan drone, serta koordinasi dengan pasukan infanteri, sering terganggu oleh kemampuan perang elektronik Ukraina.

Logistik juga menjadi masalah besar. Tank membutuhkan bahan bakar diesel dalam jumlah besar, sementara pasokan makanan, air, dan amunisi ke garis depan kerap diserang drone Ukraina. Mengembalikan tank ke operasi ini memperberat beban logistik.

Meski demikian, taktik ini diprediksi memberi keuntungan jangka pendek bagi Rusia. Tank yang kembali digunakan bisa menambah daya tembak, memungkinkan infanteri menembus pertahanan Ukraina lebih dalam dan menahan posisi yang direbut. 

Baca Juga: Ukraina Sebut Pasukan Korea Utara Kendalikan Drone Mata-mata di Atas Wilayahnya

Dalam front sepanjang 600 mil, pasukan Rusia sejauh ini hanya mencapai sedikit kemajuan meski mengalami kerugian besar, termasuk di kota strategis seperti Pokrovsk, Kostiantynivka, Chasiv Yar, dan Toretsk.

Namun, Ukraina diperkirakan akan cepat menyesuaikan strategi. Drone akan tetap menjadi kunci, dan Ukraina kemungkinan meningkatkan rintangan seperti ranjau anti-tank, penghalang, dan parit. 

Akibatnya, taktik baru ini kemungkinan hanya menghasilkan keuntungan sementara, tanpa mengubah keseimbangan perang secara signifikan.

Baca Juga: Putin Isyaratkan Rusia Bersedia Tukar Wilayah dalam Kesepakatan dengan Ukraina

Selain itu, reintroduksi tank juga bisa menjadi upaya Rusia untuk memulihkan reputasi sebagai produsen kendaraan tempur yang efektif, setelah reputasi tersebut menurun selama perang.

Taktik tank baru Rusia menunjukkan adaptasi terhadap medan perang yang dikuasai drone sekaligus batas adaptasi itu sendiri.

Meskipun dapat meningkatkan kemampuan ofensif sementara, kerentanan pada deteksi, komunikasi, dan logistik membuat taktik ini tidak mungkin mengubah hasil jangka panjang konflik.

Selanjutnya: Malaysia Salip Thailand sebagai Negara Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan di ASEAN

Menarik Dibaca: 5 Beasiswa Luar Negeri Tanpa IELTS, Yuk Kuliah Gratis di Jerman hingga Korea




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×