kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Rusia Terbuka untuk Perundingan Damai dengan Ukraina Jika Terjadi Hal Ini


Jumat, 15 November 2024 / 08:24 WIB
ILUSTRASI. Rusia terbuka untuk negosiasi guna mengakhiri perang Ukraina jika diprakarsai oleh Presiden terpilih AS Donald Trump. REUTERS/Kevin Lamarque


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 memicu konfrontasi terbesar antara Moskow dan Barat sejak Perang Dingin, dengan Presiden Joe Biden mendorong upaya untuk mengisolasi Rusia.

Gatilov mengindikasikan pemilihan Trump merupakan kemungkinan baru untuk dialog dengan Amerika Serikat, tetapi meragukan pemulihan hubungan yang lebih luas, menggemakan peringatan sebelumnya yang disuarakan oleh Kremlin.

"Elite politik AS terlepas dari pergeseran politik dalam negeri, (Washington) secara konsisten mengejar sikap untuk membendung Moskow dan orientasi ini sayangnya sudah mengakar kuat dan perubahan pemerintahan tidak banyak mengubahnya," katanya.

Tonton: Rusia Menyangkal Kabar Pembicaraan Trump-Putin, Menyebutnya Sebagai Cerita Fiksi

"Satu-satunya perubahan (yang) mungkin terjadi adalah dialog antara negara kita, sesuatu yang telah lama hilang selama beberapa tahun terakhir," tambahnya.




TERBARU

[X]
×