kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Saham Emiten Stablecoin di Hong Kong Anjlok Setelah PBOC Janjikan Pengetatan Kripto


Senin, 01 Desember 2025 / 09:31 WIB
Saham Emiten Stablecoin di Hong Kong Anjlok Setelah PBOC Janjikan Pengetatan Kripto
ILUSTRASI. Saham-saham perusahaan terkait stablecoin yang terdaftar di Hong Kong anjlok pada Senin (1/12/2025), menyusul pernyataan bank sentral China (PBOC) yang berjanji memperketat pengawasan terhadap aset kripto dan menyoroti risiko stablecoin. (Photo by Budrul Chukrut / SOPA Images)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham-saham perusahaan terkait stablecoin yang terdaftar di Hong Kong anjlok pada Senin (1/12/2025), menyusul pernyataan bank sentral China (PBOC) yang berjanji memperketat pengawasan terhadap aset kripto dan menyoroti risiko stablecoin.

Baca Juga: Produksi AS Turun, Australia Perluas Ekspor Daging Sapi dengan Pakan Biji-bijian

Yunfeng Financial Group merosot hampir 10%, Bright Smart Securities and Commodities Group turun sekitar 7%, sementara OSL Group melemah lebih dari 4%.

Pada Sabtu (29/11/2025), PBOC menegaskan kembali sikap kerasnya terhadap mata uang virtual, memperingatkan adanya kebangkitan spekulasi dan berkomitmen menindak aktivitas ilegal yang melibatkan stablecoin.

Baca Juga: Belanja Modal Jepang Melambat, Prospek Ekonomi Tetap Kuat

PBOC secara khusus menyoroti kekhawatiran bahwa stablecoin tidak memenuhi standar identifikasi nasabah (KYC) dan pengendalian anti-pencucian uang.

Selanjutnya: BPOM: Air Pegunungan dalam Label Air Minum bagi yang Punya Bukti Ilmiah dan Legal

Menarik Dibaca: BPOM: Air Pegunungan dalam Label Air Minum bagi yang Punya Bukti Ilmiah dan Legal




TERBARU

[X]
×