Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Kekhawatiran terhadap hambatan perdagangan global dan dampaknya terhadap keuntungan industri otomotif membuat saham produsen mobil anjlok pada Kamis (27/3).
Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif besar terhadap sektor otomotif negaranya.
Menurut data LSEG, sekitar US$16,5 miliar terhapus dari saham sektor transportasi di Tokyo. Saham otomotif juga merosot di Korea Selatan,
Sementara pasar Eropa bersiap menghadapi tekanan, dengan nilai euro turun ke level terendah dalam tiga minggu dan indeks saham Jerman DAX berjangka turun 0,7%.
Baca Juga: Donald Trump Umumkan Tarif 25% untuk Kendaraan Impor, Picu Gejolak Perdagangan Global
Saham Toyota turun 2,7%, Honda 3%, dan Nissan 2,2%. Hyundai Motor dan Kia di Korea Selatan jatuh sekitar 4% masing-masing.
Volkswagen, produsen mobil terbesar di Eropa, berisiko terkena dampak besar karena 43% penjualannya di AS bersumber dari Meksiko, menurut perkiraan S&P Global Mobility.
Bahkan saham produsen mobil AS juga turun dalam perdagangan setelah jam kerja, karena rantai pasokan mereka tersebar di seluruh Amerika Utara.
Tarif ini sebenarnya telah lama diantisipasi, sehingga kerugian yang terjadi tidak seburuk yang diperkirakan.
Namun, pasar tetap terguncang oleh sinyal kebijakan yang berdampak negatif pada sekutu AS dan konsumen otomotif.
Para investor semakin menyadari bahwa kebijakan ini dapat menjadi kebijakan permanen yang mengubah alur perdagangan global.
Ketua asosiasi industri otomotif Jerman menyebut tarif ini sebagai "sinyal fatal" bagi perdagangan global.
"Sulit untuk tidak melihat ini sebagai sinyal meningkatnya harga dan melambatnya pertumbuhan ekonomi," kata Prashant Newnaha, analis strategi pasar di TD Securities, Singapura.
Trump mengumumkan tarif 25% untuk mobil dan truk ringan impor yang akan mulai berlaku pada 3 April.
Hampir setengah dari 16 juta mobil yang terjual di AS tahun lalu merupakan produk impor dengan nilai total lebih dari US$330 miliar, menurut analis Goldman Sachs.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif Lebih Besar untuk Kanada dan Uni Eropa Jika Rugikan Ekonomi AS
Para analis di Goldman Sachs memperkirakan bahwa tarif ini akan mengganggu penjualan sebelum akhirnya pulih secara bertahap.
Namun, dampaknya cukup besar untuk membuat Toyota, Honda, Nissan, Mazda, Subaru, dan Mitsubishi Motors berada di bawah proyeksi keuntungan pasar untuk tahun fiskal 2026, dengan Mazda menjadi yang paling terdampak. Saham Mazda jatuh 6,1% pada Kamis.
Dampak Besar Terhadap Produksi
Tarif baru ini dapat menambah ribuan dolar pada harga rata-rata mobil di AS dan menghambat produksi karena industri otomotif di Amerika Utara telah berkembang dengan rantai pasokan yang saling terkait antara Kanada, Meksiko, dan AS selama beberapa dekade terakhir.
Dalam perdagangan setelah jam kerja di AS, saham General Motors anjlok 6%, sementara Ford turun hampir 5%.
Tesla, yang memproduksi semua mobilnya di dalam negeri dengan beberapa komponen impor, turun sekitar 1%, tetapi tetap lebih stabil karena tarif ini juga berdampak pada mobil listrik China yang ingin memasuki pasar AS.
Baca Juga: Tarif Baru Trump Picu Kepanikan di Industri Otomotif Global
BYD, perusahaan otomotif China yang tengah berekspansi ke luar negeri, mengatakan tidak memiliki rencana untuk menjual produknya di Kanada atau AS.
Sebaliknya, perusahaan akan fokus meningkatkan penjualan global dan membangun pabrik di luar negeri. Saham BYD naik 2,3% pada Kamis, dengan kenaikan total 53% sepanjang tahun ini.
Pada awal Maret, Volkswagen mengatakan sedang menyusun rencana cadangan untuk menghadapi tarif AS terhadap impor dari Meksiko, sementara BMW tengah bersiap menanggung tambahan biaya yang akan timbul.
Di luar saham otomotif, pergerakan pasar lainnya relatif stabil. Pasar obligasi tetap tenang, sementara peso Meksiko sedikit melemah meskipun berada di luar jam perdagangan normal. Dolar Kanada tetap stabil.
Investor kini menunggu detail lebih lanjut dari tarif tambahan yang dijanjikan Trump akan diumumkan pekan depan.
Baca Juga: Trump Mengguncang Industri Otomotif, Umumkan Tarif 25% untuk Mobil Impor
"Kekhawatiran terbesar adalah bahwa tarif ini tidak hanya bersifat mengganggu dan merugikan ekonomi, tetapi juga menunjukkan bahwa reformasi perdagangan global yang direncanakan oleh pemerintahan Trump tidak akan berakhir hanya dengan pengumuman minggu depan," kata Kyle Rodda, analis pasar di Capital.com, Melbourne.
"Hal ini berpotensi memperpanjang ketidakpastian perdagangan global dan menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar perubahan yang ingin dilakukan Trump terhadap tatanan perdagangan dunia."