kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.828   39,00   0,23%
  • IDX 8.927   -48,68   -0,54%
  • KOMPAS100 1.233   -10,95   -0,88%
  • LQ45 873   -9,30   -1,05%
  • ISSI 328   -2,15   -0,65%
  • IDX30 443   -7,07   -1,57%
  • IDXHIDIV20 520   -13,12   -2,46%
  • IDX80 137   -1,28   -0,93%
  • IDXV30 145   -2,60   -1,76%
  • IDXQ30 142   -3,02   -2,07%

Sanksi AS Mulai Berdampak: Harga Minyak Urals Rusia Merosot, Siapa Paling Rugi?


Selasa, 27 Januari 2026 / 08:53 WIB
Sanksi AS Mulai Berdampak: Harga Minyak Urals Rusia Merosot, Siapa Paling Rugi?
ILUSTRASI. Negara Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Dunia - Rusia (DOK/sledanounas.ru)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kargo minyak mentah Urals Rusia untuk pengiriman Februari diperdagangkan dengan diskon mendekati level terlebar sejak 2022 terhadap harga acuan Brent, khususnya di pelabuhan-pelabuhan India. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan sanksi Barat terhadap sektor energi Rusia, menurut dua sumber perdagangan Reuters.

Kedua sumber tersebut menyebutkan, kargo Urals untuk pasokan Februari diperdagangkan dengan diskon sekitar US$ 10 per barel dibandingkan Brent. Angka ini melebar US$ 3–5 per barel dibandingkan estimasi diskon untuk kargo yang dimuat pada musim gugur tahun lalu, sekaligus mendekati rekor diskon terlebar yang pernah terjadi.

Pada akhir 2025, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terkeras terhadap sektor energi Rusia, dengan menargetkan raksasa migas Lukoil dan Rosneft. Washington juga memberlakukan tarif impor tambahan 25% terhadap barang-barang asal India, yang dikaitkan dengan berlanjutnya impor minyak Rusia oleh New Delhi.

Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Jumat lalu memberi sinyal kemungkinan pencabutan tarif tambahan 25% tersebut, menyusul penurunan tajam impor minyak Rusia oleh India.

Baca Juga: Liburan Imlek China Berubah Arah: Jepang Dilarang, Seoul Dipilih!

Dalam dua bulan terakhir, India memangkas pembelian minyak dari Rusia, sementara sanksi Barat mendorong semakin banyak minyak Rusia beralih ke pasar China.

"Diskon besar ini berpotensi menarik minat tambahan dari kilang-kilang India dan membantu menyalurkan lebih banyak barel Urals ke negara tersebut," ujar salah satu pedagang. 

Meski begitu, ia menambahkan bahwa India mulai mencari alternatif minyak selain Urals, seiring tekanan dari negara-negara Barat.

Menurut dua sumber perdagangan yang mengetahui transaksi tersebut, Indian Oil Corp, kilang terbesar di India, dilaporkan telah membeli sekitar 7 juta barel minyak untuk pengiriman Maret, termasuk dari Petrobras Brasil, guna menggantikan pasokan minyak Rusia.

Tonton: Terus Bertambah, 2.277 WNI di Kamboja Minta Dipulangkan ke Indonesia

Sejak 2023, minyak Urals menjadi bahan baku utama bagi kilang-kilang India, setelah Rusia mengalihkan ekspor energinya ke Asia menyusul pembatasan penggunaan energi Rusia oleh Uni Eropa.

Selanjutnya: Harga Emas Antam Turun Rp 1.000 Menjadi Rp 2.916.000 Per Gram, Selasa (27/1)

Menarik Dibaca: 8 Film Horor Korea Ini Jamin Adrenalin Memuncak, Berani Nonton?




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×