kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,58   5,98   0.78%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Secara mengejutkan, Iran melaporkan 50 kematian virus corona


Selasa, 25 Februari 2020 / 08:14 WIB
Secara mengejutkan, Iran melaporkan 50 kematian virus corona
ILUSTRASI. Warga Teheran mengenakan masker. Nazanin Tabatabaee/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS.

Sumber: South China Morning Post,LA Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Sepanjang bulan ini, secara mengejutkan, sudah ada 50 orang meninggal dunia di kota Qom Iran akibat virus corona. Kabar ini disiarkan langsung oleh kantor berita semi-resmi pemerintah Iran, ILNA. Secara bersamaan, Kuwait, Bahrain dan Afghanistan mengkonfirmasi kasus pertama mereka.

Melansir South China Morning Post, jumlah korban tewas baru secara signifikan lebih tinggi daripada jumlah terbaru dari kasus infeksi yang dikonfirmasi dan dilaporkan oleh pejabat Iran hanya beberapa jam sebelumnya. Menurut TV pemerintah,  ada 12 kematian dari 47 kasus.

Seorang anggota parlemen dari Qom, Ahmad Amiriabadi Farahani, seperti dikutip dari ILNA mengatakan bahwa lebih dari 250 orang dikarantina di kota itu. Qom merupakan tempat studi keagamaan yang populer bagi umat Syiah dari seluruh Iran dan negara-negara lain.

Baca Juga: Terlalu dini bicara pandemi, WHO: Wabah virus corona baru tidak di luar kendali

Dia mengatakan, 50 kematian itu terjadi pada 13 Februari dan menuduh menteri kesehatan Iran "berbohong" tentang wabah itu. Kasus-kasus pertama dari virus yang dilaporkan secara resmi dan kematian pertama di negara itu adalah pada 19 Februari.

"Tak satu pun dari perawat memiliki akses ke peralatan pelindung yang tepat," kata Farahani kepada ILNA, menambahkan bahwa beberapa spesialis perawatan kesehatan telah meninggalkan kota. "Sejauh ini, saya telah melihat tindakan tertentu untuk menghadapi corona oleh pemerintah."

Baca Juga: Virus corona merebak di Timur Tengah, sudah enam negara terjangkit

Iraj Harirchi, wakil menteri kesehatan Iran "dengan tegas" membantah laporan itu dalam konferensi pers yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah. Dia mengatakan, ini bukan waktunya untuk konfrontasi politik.

Di tempat lain di kawasan Timur Tengah, Kuwait, Bahrain dan Afghanistan juga mengonfirmasi kasus pertama mereka. Kuwait melaporkan tiga kasus infeksi dan Bahrain satu kasus. Semuanya berasal dari Iran.

Menteri kesehatan masyarakat Afghanistan, Ferozuddin Feroz, mengatakan pada konferensi pers di Kabul, salah satu dari tiga kasus yang dicurigai di negara itu telah dikonfirmasi di provinsi Herat Barat.

Sementara, kementerian kesehatan Kuwait mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter bahwa tes yang dilakukan terhadap mereka yang berasal dari kota Iran Mashhad menunjukkan ada tiga kasus yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Duh, gara-gara kelelahan, 3.000 staf medis di China terjangkit virus corona

Dikatakan bahwa kasus-kasus itu berasal dari seorang pria Kuwait berusia 53 tahun, seorang warga negara Saudi berusia 61 tahun dan seorang warga negara Arab berusia 21 tahun.

“Ketiga kasus tersebut berada di bawah pengawasan konstan oleh otoritas kesehatan,” tambah kementerian kesehatan Kuwait.

Kementerian kesehatan Bahrain juga melaporkan kasus Covid-19 pertama di negara itu pada hari Senin setelah "warga negara yang tiba dari Iran diduga mengidap virus berdasarkan gejala yang muncul," demikian pernyataan kementerian kesehatan Bahrain.

Baca Juga: Makin ganas, virus corona sudah menewaskan 12 orang di Iran

"Pasien dipindahkan ke pusat medis untuk segera dilakukan pengujian, yang terbukti positif untuk infeksi," tambah kementerian.

Wabah di Iran, yang telah mendorong larangan perjalanan dari negara-negara lain, sebagian besar berpusat di kota Qom, tetapi menyebar dengan cepat selama beberapa hari terakhir ke empat kota lain, termasuk ibu kota, Teheran.

Wisatawan dari Iran yang terinfeksi virus ini juga telah dikonfirmasi di Kanada, Lebanon, dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Kian meluas, Kuwait, Bahrain, Afghanistan laporkan kasus pertama virus corona

Melansir LA Times, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinannya atas penyebaran virus di Iran dan Italia.

“Ini adalah waktu yang luar biasa. Kurang dari dua bulan lalu, virus corona sama sekali tidak kita ketahui,” jelas Tedros Adhanom Ghebreyesus dari WHO kepada wartawan, Senin. "Beberapa minggu terakhir virus ini telah menunjukkan seberapa cepat dia dapat menyebar di seluruh dunia dan menyebabkan ketakutan dan gangguan yang meluas."



TERBARU

[X]
×