Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - KYIV. Serangan rudal dan drone Rusia ke ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali berdampak besar pada infrastruktur energi.
Hingga Minggu (25/1/2026), sekitar 1.700 gedung apartemen di Kyiv masih belum mendapatkan pasokan pemanas di tengah suhu musim dingin yang berada di bawah nol derajat Celsius.
Wali Kota Kyiv Vitalii Klitschko mengatakan, gangguan ini merupakan dampak lanjutan dari serangan besar Rusia yang terjadi awal pekan lalu.
Baca Juga: Zelenskyy Tuding Rusia Gunakan Belarus untuk Serang Ukraina & Hindari Pertahanan Kyiv
Moskow memang terus meningkatkan intensitas serangan terhadap sistem energi Ukraina sejak invasi dimulai pada 2022.
Serangan skala besar kembali terjadi pada Sabtu malam, mengguncang Kyiv dengan ledakan. Akibatnya, sekitar 1,2 juta properti di seluruh Ukraina sempat kehilangan aliran listrik saat suhu udara membeku.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebut sektor energi, infrastruktur vital, dan kawasan permukiman kini menjadi target utama Rusia.
Dalam pernyataannya di media sosial X, Zelenskiy mengungkapkan bahwa sepanjang pekan ini saja Rusia meluncurkan lebih dari 1.700 drone serang, 1.380 bom udara berpemandu, serta 69 rudal ke wilayah Ukraina.
“Setiap serangan besar Rusia berpotensi menimbulkan dampak yang menghancurkan,” kata Zelenskiy, yang pada Minggu melakukan kunjungan ke Lithuania.
Baca Juga: Ini Keistimewaan Krimea, Wilayah yang Diperebutkan Rusia-Ukraina
Ia menegaskan pentingnya dukungan internasional untuk memperkuat pertahanan Ukraina dan menghadapi ancaman dari Rusia.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba menyampaikan bahwa jumlah bangunan di Kyiv yang kehilangan pemanas sempat mencapai lebih dari 6.000 gedung pada Sabtu pagi.
Angka tersebut turun menjadi sekitar 3.200 gedung pada Sabtu malam.
Klitschko menambahkan, sejak Sabtu malam petugas utilitas dan perusahaan energi berhasil memulihkan pasokan panas ke lebih dari 1.600 gedung. Upaya pemulihan masih terus dilakukan agar layanan dasar bagi warga Kyiv bisa kembali normal.
Baca Juga: Drone Ukraina Tabrak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Rusia, Picu Kebakaran Besar
Serangan besar ke Kyiv ini terjadi bersamaan dengan berlangsungnya pembicaraan antara perwakilan Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi, yang membahas berbagai opsi untuk mengakhiri perang.













