kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Tagar Republik Thailand jadi trending topic di Twitter


Sabtu, 26 September 2020 / 09:52 WIB
ILUSTRASI. Tagar #RepublicofThailand menjadi tren di Twitter di Thailand pada hari Jumat (25/9/2020). REUTERS/Athit Perawongmetha


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Parlemen, yang didominasi oleh pendukung pemerintah, memberikan suara pada hari Kamis untuk menunda pengambilan keputusan apakah akan mengubah konstitusi atau sebaliknya.

Para pengunjuk rasa dan anggota parlemen oposisi menuduh badan legislatif mencoba mengulur waktu.

Pada akhir pekan lalu, puluhan ribu pengunjuk rasa bergabung untuk menyerukan reformasi monarki.

Raja, yang menghabiskan sebagian besar waktunya di Eropa, melakukan kunjungan langka ke Thailand pada hari Kamis untuk upacara penghormatan kepada kakeknya, Pangeran Mahidol Adulyadej.

Baca Juga: Plakat yang menargetkan Raja Thailand disita, plakat online beredar luas

Warong Dechgitvigrom, yang memimpin aksi unjuk rasa ke parlemen dengan ratusan anggota kerajaan pada Rabu untuk menentang perubahan konstitusi. Dia mengatakan, tagar yang sedang tren itu merupakan bukti kolusi dengan orang asing yang tengah mencari dominasi atas Thailand.

"Kerajaan Thailand adalah jiwa bangsa. Jika ini dilemahkan, akan menimbulkan konflik dan memudahkan mereka untuk ikut campur. Mayoritas masyarakat Thailand tidak menginginkan republik," jelasnya kepada Reuters.

Selanjutnya: Melanggar tabu, rakyat Thailand semakin berani menantang Raja, apa pemicunya?




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×