CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Takut kehilangan dana federal, MIT putus hubungan dengan Huawei dan ZTE


Kamis, 04 April 2019 / 16:56 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - MASSACHUSETTS. Massachusetts Institute of Technology (MIT) menghentikan kerja sama dengan Huawei Technologies dan ZTE Corp. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan penyelidikan federal Amerika Serikat terhadap dugaan pelanggaran sanksi dari perusahaan teknologi asal China.

"MIT tidak menerima keterlibatan baru atau memperbarui kerja sama yang sudah ada dengan Huawei dan ZTE atau masing-masing anak perusahaannya karena investigasi federal mengenai pelanggaran pembatasan sanksi," kata Wakil Presiden MIT Maria Zuber seperti dikutip Reuters.

Selain itu, Zuber juga mengatakan pihaknya akan meninjau ulang kolaborasi dengan lembaga asal Rusia, Arab Saudi. "Institut akan meninjau kembali kolaborasi dengan entitas-entitas ini ketika dibutuhkan," katanya.

MIT telah bergabung dengan daftar lembaga pendidikan top asal AS lain yang membuang peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh Huawei dan perusahaan Cina lainnya untuk menghindari kehilangan dana dari pihak federal.

Hubungan perusahaan teknologi China dengan AS memang kian memanas. ZTE terpaksa menghentikan sebagian besar bisnisnya antara April dan Juli tahun lalu karena sanksi dari negara tersebut setelah pejabat Departemen Perdagangan mengatakan ZTE melanggar perjanjian.

Selain itu, perusahaan tersebut juga diketahui secara ilegal mengirimkan barang-barang asal Amerika Serikat ke Iran dan Korea Utara. Sanksi dicabut setelah ZTE membayar denda sebesar US$ 1,4 miliar.

Sementara hubungan Huawei kian panas setelah Meng Wanzhou, CFO sekaligus putri pendiri perusahaan tersebut ditangkap di Kanada pada bulan Desember atas perintah Amerika Serikat. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×