kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tarif AS Terhadap Vietnam Jadi Pukulan bagi Nike dan Merek Pakaian Olahraga Lainnya


Rabu, 02 April 2025 / 16:04 WIB
Tarif AS Terhadap Vietnam Jadi Pukulan bagi Nike dan Merek Pakaian Olahraga Lainnya
ILUSTRASI. Presiden Trump akan mengumumkan kebijakan tarif baru yang berpotensi memukul perusahaan-perusahaan yang bergantung pada produksi di Vietnam. REUTERS/Jacky Naegelen/Files GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD PACKAGE- SEARCH 'BUSINESS WEEK AHEAD March 14' FOR ALL IMAGES


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK/LONDON. Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan akan mengumumkan kebijakan tarif baru yang berpotensi memukul perusahaan-perusahaan yang bergantung pada produksi di Vietnam, termasuk Nike (NKE.N).

Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong produksi dalam negeri dan mengurangi defisit perdagangan AS, terutama dengan Vietnam yang mencatat surplus perdagangan sebesar US$123,5 miliar dengan Amerika Serikat.

Nike saat ini memproduksi 50% alas kakinya dan 28% pakaian di Vietnam, menjadikannya salah satu perusahaan yang paling terdampak jika tarif diberlakukan. Tarif impor rata-rata untuk alas kaki dari Vietnam saat ini sebesar 13,6%, sedangkan untuk pakaian mencapai 18,8%.

Jika tarif meningkat, Nike harus menghadapi dilema antara menyerap biaya tambahan atau menaikkan harga produk, yang bisa memperburuk penurunan penjualannya.

Baca Juga: Robert Kiyosaki: Menabung dalam Uang Tunai adalah Pilihan yang Buruk! Ini Alasannya

Persaingan Ketat di Pasar Pakaian Olahraga

Nike telah kehilangan pangsa pasar terhadap merek-merek yang lebih inovatif seperti On dan Hoka. Laporan keuangan kuartalan terbaru menunjukkan bahwa pendapatan Nike diperkirakan akan terus menurun pada kuartal berikutnya. Kondisi ini semakin diperburuk dengan kebijakan tarif yang bisa menambah tekanan finansial pada perusahaan.

Tak hanya Nike, Adidas (ADSGn.DE) juga sangat bergantung pada Vietnam untuk produksi, dengan 39% alas kaki dan 18% pakaian berasal dari negara tersebut. Merek-merek lain seperti Lululemon (LULU.O), Columbia Sportswear (COLM.O), dan Amer Sports (AS.N) juga menjadikan Vietnam sebagai pusat produksi utama mereka.

Dampak Tarif terhadap Industri Pakaian Olahraga

Sejumlah merek pakaian olahraga yang lebih kecil dan baru bisa terkena dampak lebih besar dibandingkan Nike. Misalnya, On, yang mengandalkan Vietnam untuk 90% produksi alas kaki dan 60% pakaian serta aksesorinya.

Sepatu On yang sudah memiliki harga premium, berkisar antara US$130 hingga US$330 per pasang, mungkin harus menaikkan harga lebih lanjut jika tarif diberlakukan.

Baca Juga: Robert Kiyosaki: Menabung untuk Pensiun Itu Salah Besar! Inilah Cara yang Benar

Menurut Beth Goldstein, analis industri alas kaki di Circana, harga rata-rata sneakers di AS telah meningkat sebesar 25% sejak 2019 akibat kenaikan biaya produksi.

Meskipun penjualan sepatu lari di AS meningkat 16% menjadi US$7,4 miliar sejak 2021, kepercayaan konsumen AS baru-baru ini mencapai titik terendah dalam empat tahun. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan harga lebih lanjut dapat mengurangi permintaan pasar.

Tantangan Relokasi Produksi dari Vietnam

Memindahkan produksi dari Vietnam bukanlah hal yang mudah. Negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Kamboja dan Indonesia, juga berisiko menghadapi tarif AS. Selain itu, biaya produksi di wilayah tersebut telah meningkat.

Misalnya, pabrik-pabrik di Kamboja kini mengenakan biaya 5% hingga 10% lebih tinggi karena meningkatnya permintaan dari perusahaan yang berusaha menghindari ketergantungan pada China dan Vietnam.

Nike, Adidas, dan Amer Sports menolak berkomentar terkait potensi tarif ini, sementara Lululemon dan Columbia Sportswear tidak memberikan tanggapan kepada Reuters.

Baca Juga: Bill Gates Prediksi Banyak Pekerjaan Punah Akibat AI, Tapi 3 Profesi Ini Masih Aman

Posisi Vietnam dalam Geopolitik Perdagangan Global

Meskipun ada ancaman tarif, Vietnam telah menunjukkan kemampuannya dalam memainkan strategi geopolitik dengan cermat. Pemerintah Hanoi telah mengambil berbagai langkah untuk menjaga hubungan baik dengan AS, termasuk meningkatkan impor dari Amerika, menurunkan bea masuk, dan memberikan izin bagi Starlink—perusahaan satelit milik penasihat Trump, Elon Musk—untuk beroperasi di negara tersebut.

Selain itu, The Trump Organization sedang menjajaki investasi besar di Vietnam dalam proyek perhotelan, real estate, dan lapangan golf yang berpotensi bernilai miliaran dolar. Menurut Johannes Loefstrand, manajer portofolio di T. Rowe Price, Vietnam memiliki posisi yang kuat untuk menghindari tarif yang terlalu tinggi.

Mantan Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, menyatakan bahwa Trump umumnya memiliki hubungan baik dengan Vietnam dan tidak memiliki alasan untuk menerapkan tarif yang sangat tinggi. Menurutnya, tarif yang berdampak signifikan terhadap harga pakaian dan alas kaki akan langsung dirasakan oleh masyarakat Amerika, yang sering membeli produk-produk tersebut.

Selanjutnya: Gejala Asam Urat di Lutut dan Cara Mengobatinya dengan Cepat di Rumah!

Menarik Dibaca: Gejala Asam Urat di Lutut dan Cara Mengobatinya dengan Cepat di Rumah!


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×