CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Tekan defisit, Perancis potong anggran kementerian


Minggu, 30 Juni 2013 / 13:47 WIB
ILUSTRASI. Batubara. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.


Sumber: Reuters | Editor: Dikky Setiawan

PARIS. Pemerintah Perancis berencana memotong anggaran belanja negara di tahun depan sebesar € 14 miliar atau sekitar US$ 18,2 miliar. Demikian hal itu diungkapkan situs berita Le Monde, Sabtu (29/6).

Le Monde melaporkan, langkah ini ditempuh Perancis sebagai upaya menekan defisit anggaran negara sampai 3% pada tahun 2015. Demi menjinakan defisit tersebut, Pemerintah Perancis akan memotong anggaran kementerian, perusahaan negara, dan anggaran pemerintah daerah.

Pemerintah Perancis berencana memangkas anggaran operasional Kementerian sebesar 2% melalui kebijakan reformasi belanja pegawai. Selain itu, pemerintah Perancis juga akan menurunkan pertumbuhan tahunan upah tenaga kerja menjadi 0,15% dari 3%, terutama melalui pengendalian upah.

Anggaran untuk layanan seperti lembaga penelitian CNRS dan Meteo France diperkirakan juga akan dipotong sebesar 4%. Anggota parlemen Perancis dijadwalkan mengadakan pembahasan awal soal anggaran pemerintah tahun 2014 pada 2 Juli mendatang.

Kamis pekan lalu, Cour des Comptes, sebuah Konsultan Publik mengingatkan, bahwa defisit anggaran Perancis di tahun 2013 akan melampaui target yang ditetapkan sebesar 3,7%. Karena itu, Perancis direkomendasikan untuk memotong pengeluaran sebesar € 13 miliar di tahun depan dan € 15 miliar pada tahun 2015 untuk mencapai target defisit sebesar 3%.

Sebelumnya, dengan perekonomian Perancis yang kembali ke dalam resesi dan tingkat pengangguran yang tinggi, Presiden Perancis, Francois Hollande enggan mempercepat pemotongan anggaran pemerintah.




TERBARU

[X]
×