kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Tencent Buyback Saham HK$ 1,5 Miliar Usai Masuk Daftar Hitam di AS


Rabu, 08 Januari 2025 / 21:48 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: FILE PHOTO: A logo of a Chinese tech firm Tencent, owner of a messaging app WeChat, is pictured in Beijing, China August 7, 2020. REUTERS/Thomas Peter/File Photo


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Tencent Holdings Ltd membeli kembali (buyback) saham dalam jumlah besar dalam dua dekade. Aksi ini menyusul longsornyaharga saham perusahaan teknologi yang terdaftar di bursa saham Hong kong ini. Kabar Tencent punya hubungan dengan militer China dan masuk daftar hitam AS, jadi pemicu.

Agar sahamnya tak terus terjun bebas, Tencent berencana membeli kembali ( buyback) saham sebanyak 3,93 juta di bursa Hong Kong. Menurut data Bloomberg, aksi ini jadi jumlah terbesar sejak April 2006. Saham Tencent turun 11,14% dalam lima hari menjadi HK$ 369,2, pada Rabu (8/1). Sementara di hari Rabu saja, harga saham ini turun 2,74%.

Baca Juga: AS Masukkan Raksasa Teknologi China Tencent ke Daftar yang Bekerjasama dengan Militer

Sejatinya, Tencent telah membantah tudingan tersebut. Perusahaan ini akan bekerjasama dengan Departemen Pertahanan AS untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut.

Oleh sebab itu, Tencent berupaya mengembalikan kerugian pemegang saham, dengan aksi buyback besar-besaran. Nilai buyback saham diperkirakan senilai HK$ 1,5 miliar atau setara Rp 3,15 triliun. Hal ini menunjukkan keinginannya Tencent melawan efek negatif perkara hukum yang dihadapinya.

Dampak keputusan AS memasukkannya ke dalam daftar hitam, menyebabkan Tencent sulit berbisnis dengan perusahaan AS.

Dukungan mucul dari Investor China daratan yang memborong saham Tencent senilai HK$ 14 miliar, menjadikan saham ini paling laris. Hal ini menunjukkan minat investor atas Tencent, meski dilanda ketidakpastian.

Baca Juga: Kekayaan 500 Orang Paling Tajir Dunia Melonjak Signifikan Sepanjang Tahun 2024

"Dari pernyataan yang dikeluarkan Tencent kemarin, Anda dapat melihat perusahaan menganggap keputusan AS itu salah, dan berimbas pada harga saham yang tak rasional, yang mungkin memerlukan jumlah pembelian kembali saham yang lebih tinggi," kata Vey-Sern Ling, Direktur Pelaksana Union Bancaire Privee, dikutip Bloomberg.

Namun, Ling menambahkan, peningkatan risiko geopolitik menyebabkan beberapa investor menunda investasi di Tencent, terlihat dari kelanjutan penurunan harganya.
 




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×