kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.921   0,00   0,00%
  • IDX 7.177   70,34   0,99%
  • KOMPAS100 993   14,93   1,53%
  • LQ45 732   9,34   1,29%
  • ISSI 253   4,67   1,88%
  • IDX30 399   5,47   1,39%
  • IDXHIDIV20 498   9,38   1,92%
  • IDX80 112   1,64   1,49%
  • IDXV30 136   1,30   0,96%
  • IDXQ30 130   2,31   1,81%

Ternyata, Peringatan Keras dari Negara Teluk yang Bikin Trump Tak Berkutik Soal Iran


Rabu, 25 Maret 2026 / 08:05 WIB
Ternyata, Peringatan Keras dari Negara Teluk yang Bikin Trump Tak Berkutik Soal Iran
ILUSTRASI. Keputusan Trump menunda serangan ke Iran mengejutkan. Peringatan negara Teluk soal risiko eskalasi picu perubahan strategi. (via REUTERS/Donald Trump via Truth Social)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Keputusan mendadak Donald Trump untuk menunda konfrontasinya dengan Iran terjadi setelah adanya peringatan dari negara-negara Teluk bahwa perang telah bergerak menuju fase yang jauh lebih berbahaya. 

Menurut sumber regional dan para analis, alasan lain Trump untuk menunda serangan adalah meningkatnya kekhawatiran para pejabat kawasan bahwa Washington salah menilai kesiapan Teheran untuk meningkatkan eskalasi.

Tiga sumber regional Reuters yang enggan disebutkan namanya karena sensitivitas isu tersebut mengatakan, negara-negara Arab Teluk secara langsung memperingatkan bahwa serangan AS terhadap pembangkit listrik Iran akan memicu balasan Iran terhadap fasilitas penting mereka sendiri, termasuk energi dan desalinasi air.

Trump sebelumnya mengancam akan menyerang jaringan listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz, yang mengalirkan seperlima pasokan energi global. Namun Iran menolak, selat tetap tertutup, harga minyak melonjak, dan pasar saham global jatuh. Ini menunjukkan keterbatasan daya tekan Trump.

Iran juga mengirimkan peringatan kepada ibu kota negara-negara Teluk melalui perantara Arab bahwa setiap serangan AS terhadap fasilitas listriknya akan dibalas tanpa batas, kata dua sumber regional lainnya.

“Trump benar-benar salah perhitungan ketika mengatakan ‘kalian punya waktu 48 jam untuk membuka selat’,” kata Alan Eyre, mantan diplomat AS dan pakar Iran. “Begitu jelas bahwa Iran serius akan menyerang infrastruktur energi Teluk sebagai balasan, dia harus mundur.”

Baca Juga: Gara-Gara Kedutaannya Dibobol, China Protes Keras ke Jepang

Trump Jalin Kontak Intens dengan Mitra Timur Tengah

Alex Vatanka dari Middle East Institute mengatakan Teheran mengejutkan Trump dengan kemampuannya bertahan dalam konflik serta kesediaannya untuk meningkatkan eskalasi tanpa batas. 

“Mereka tidak menunjukkan hambatan, tidak ada batasan, tidak ada penahanan,” jelasnya.

Tidak ada tanggapan langsung atas permintaan komentar dari pemerintah Iran, negara-negara Teluk, maupun Departemen Luar Negeri AS.

Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan Trump menilai AS hampir mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam Operation Epic Fury. Ia menambahkan bahwa presiden terus berhubungan erat dengan mitra di Timur Tengah, dan serangan Iran terhadap negara tetangganya menunjukkan pentingnya menghilangkan ancaman tersebut bagi AS dan sekutunya.

Menurut sumber dan analis regional, keputusan Trump menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran mencerminkan pengakuan bahwa konflik yang semula ingin ditingkatkan justru mulai keluar dari kendali, dan biayanya kini lebih besar dibandingkan keuntungan politik dari menunjukkan kekuatan.

Di balik layar, upaya untuk mencegah meluasnya konflik terus dilakukan melalui perantara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir, serta mitra Teluk yang khawatir terseret dalam perang yang tidak mereka pilih maupun kendalikan.

Ebtesam Al-Ketbi, Presiden Emirates Policy Center, mengatakan penundaan tersebut menunjukkan dua kemungkinan arah. Pertama, langkah taktis untuk memberi waktu menyelesaikan penempatan militer, menguji respons Iran, dan mengeluarkan peringatan terakhir sebelum serangan lebih besar. 

Kedua, langkah strategis untuk membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas, termasuk pengaturan ulang aturan keamanan kawasan Teluk.

Dalam kedua kemungkinan itu, perang sebenarnya belum berakhir, melainkan hanya diubah menjadi alat tekanan.

Baca Juga: Trump Ajukan 15 Poin dalam Proposal Damai untuk Akhiri Perang Iran




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×