kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

The Fed Kerek Suku Bunga Terlalu Tinggi, Elon Musk Beri Peringatan Ini


Senin, 12 September 2022 / 23:00 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - CEO Tesla Elon Musk memperingatkan risiko deflasi jika bank sentral AS, The Fed, mengerek suku bunga terlalu tinggi.

"Kenaikan suku bunga Fed yang besar berisiko deflasi," kata Musk di Twitter, Jumat (9/9) pekan lalu, seperti dikutip Bitcoin.com.

CEO Real Vision dan investor kripto Raoul Pal setuju dengan pernyataan Musk.

"Ya. Cukup banyak perilaku negatif," sebutnya di Twitter, seperti dilansir Bitcoin.com.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus Level US$ 22.000, Mata Uang Kripto Ini Pimpin Kenaikan

Sementara Pendiri Northmantrader Sven Henrich menekankan, The Fed "terlalu bergantung pada data yang melihat ke belakang yang berisiko merusak segalanya dengan cepat".

Hanya, gold bug and Bitcoin skeptic Peter Schiff menawarkan pandangan yang berbeda dengan Musk.

"Ini (kenaikan suku bunga The Fed terlalu tinggi) berisiko hiperinflasi," tegasnya, seperti Bitcoin.com kutip.

"Bunga yang lebih tinggi, resesi yang parah, defisit anggaran meledak, dan harga aset jatuh akan menghasilkan krisis keuangan yang lebih buruk dari 2008," ungkap dia. 

Baca Juga: Twitter Bayar Whistleblower, Alasan Baru Musk Batalkan Akuisisi

"The Fed akan merespons dengan QE (quantitative easing) besar-besaran, melemahkan dollar, dan membuat harga konsumen melonjak," imbuh Shiff.

Tweet Musk mengikuti analisis CEO Ark Invest Cathie Wood yang memperingatkan tentang deflasi pada Rabu (7/9) pekan lalu. 

"The Fed mendasarkan kebijakan moneter pada indikator tertinggal: lapangan kerja dan inflasi inti," katanya, seperti Bitcoin.com lansir.

"Indikator inflasi utama seperti emas dan tembaga menandai risiko deflasi. Bahkan, harga minyak telah turun lebih dari 35% dari puncak, menghapus sebagian besar kenaikan tahun ini," ujar dia.

"Salah satu pengukur inflasi terbaik, harga emas mencapai puncaknya lebih dari dua tahun lalu pada Agustus 2020 di US$ 2.075 dan telah turun sekitar 15%," tambah Wood.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×